Wah, Telat atau Cepatnya Puber Ternyata Berpengaruh pada Risiko Penyakit

Wah, Telat atau Cepatnya Puber Ternyata Berpengaruh pada Risiko Penyakit

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 23 Jun 2015 12:38 WIB
Wah, Telat atau Cepatnya Puber Ternyata Berpengaruh pada Risiko Penyakit
Ilustrasi: Thinkstock
Cambridge - Kapan seseorang memasuki usia puber ditemukan peneliti bisa memengaruhi prevalensi berbagai penyakit. Hormon disebut-sebut sebagai pemicu dari fenomena ini.

Ada penyakit yang studi sebelumnya temukan berhubungan dengan cepat atau telatnya seseorang menginjak puber. Peneliti dari University of Cambridge meninjau studi-studi tersebut dan mengatakan setidaknya ada 48 kondisi.

Pada anak perempuan pubertas dini didefinisikan mulai antara usia 8 dan 11 sementara pubertas yang terlambat dimulai antara 15 dan 19. Untuk anak laki-laki pubertas yang normal adalah antara usia 9 dan 14.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti menemukan penyakit yang paling kuat kaitannya dengan pubertas dini adalah obesitas tipe 2. Data dari 500 ribu orang menunjukkan ada peningkatan risiko diabetes sampai 50 persen.

Kondisi lain yang juga ditemukan ada keterkaitan terhadap jatuhnya usia puber ini di antaranya seperti kanker, serangan jantung, asma, obesitas, depresi, menopause dini, dan glaukoma.

Baca juga: Bocah Ini Sudah Puber di Usia TK, Ternyata Karena Tumor Otak

"Dilihat dari kacamata biologi, ini adalah hal yang menarik bahwa sesuatu yang terjadi ketika Anda remaja bisa memengaruhi penyakit yang mungkin tak akan Anda temui sampai paruh baya," ujar salah satu peneliti, Dr Felix Day, seperti dikutip dari BBC pada Selasa (23/6/2015).

Usia puber di seluruh dunia sendiri mulai alami perubahan. Di Inggris misalnya saat ini data setiap dekade menunjukkan ada kemajuan rata-rata usia puber sebulan lebih cepat. Sementara itu di Tiongkok setiap dekade ada kemajuan usia puber empat bulan.

"Ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang terjun di bagian kesehatan masyarakat. Pergerakan ke arah puber dini merupakan risiko tambahan untuk penyakit metabolis," tutup Dr Day.

Baca juga: Gemar Minum Soda, Remaja Perempuan Jadi Cepat Puber dan Rentan Kanker (fds/up)

Berita Terkait