Huruf-huruf yang menyusun logo tersebut digambarkan seperti anak-anak yang sedang bergembira di sebuah arena permainan. Ada yang sedang bermain perosotan, ada yang meniti papan, dan ada pula yang main kereta dorong-dorongan.
Semarak HAN 2015 juga terlihat di jejaring mikrobloging, twitter. Seperti dikutip Kamis (23/7/015), Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi menggunakan akun pribadinya untuk menyampaikan ucapan selamat terkait perayaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Anak yang Orangtuanya Bercerai Rawan Jadi Korban Penelantaran Hingga Kekerasan
Tak ketinggalan, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut memberikan ucapan di hari spesial ini. Ia membubuhkan tanda khusus yang menunjukkan bahwa cuitan tersebut ditulis sendiri oleh dirinya, bukan oleh staf pribadi.
"Pada hari Anak Nasional 2015 ini, saya & Ibu Ani mengucapkan 'selamat' kpd anak-anak Indonesia tersayang, di manapun berada. *SBY*," tulis SBY.
Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara khusus memberi catatan soal anak korban perceraian. Dari 9 klaster pengaduan KPAI, pengaduan anak terkait dengan perceraian ini disebutkan berada di angka kedua tertinggi hingga April 2015.
"Ada 3.160 kasus, yang pertama anak berhadapan dengan hukum 6.006 kasus, pendidikan 1.764, kesehatan dan Napza 1.366 kasus, dan cybercrime/pornografi 1.032 kasus," tutur Ketua KPAI, Asrorun Niam. (up/up)











































