Di cermin kamar mandi yang biasanya berukuran besar, murid-murid menutupi cermin tersebut dengan kertas lebar. Isinya, beragam tulisan motivasi yang berasal dari pikiran murid itu sendiri, dari berbagai buku, bahkan kitab suci. Tujuannya, agar para murid bisa menerima kondisi tubuh mereka. Bahkan, para murid diminta untuk 'menjauh' dari kaca.
Menjauh dari kaca dalam artian murid bisa berpikir tentang segala kemampuan yang dimiliki dan menjadikannya sebagai modal untuk meraih kesuksesan. Sehingga mereka tidak hanya berpikir fisiklah satu-satunya modal yang harus dimiliki semua orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Remaja Kadang Berpikir Ingin Bunuh Diri Gara-gara Jerawat
Ia menambahkan, masa-masa remaja seseorang memang sedang mencoba menemukan identitas mereka. Untuk itu, Hannah dan teman-temannya ingin menyadarkan para remaja bahwa identitas mereka tidak bisa dinilai hanya lewat penampilan 'luar' saja, tetapi juga perilaku dan bagaimana cara mereka bersikap.
Penutup cermin di kamar mandi ini dipastikan tidak permanen. Ketika dirasa tulisan tersebut setidaknya sedikit bisa mengubah pemikiran para murid soal penampilannya, maka penutup cermin itu akan dilepas.
"Masih banyak juga orang yang perlu menggunakan kaca di kamar mandi bukan? misalnya untuk merapikan dandanan mereka atau membersihkan gigi. Kami hanya berharap dengan tulisan itu para murid tak lagi berpikir penampilan adalah satu-satunya kebanggan yang mereka miliki, masih ada yang lain," kata Hannah.
Baca juga: Penelitian: Remaja Dengan Insomnia Cenderung Suka Menyiksa Diri (rdn/up)











































