Mereka pun diminta meninggalkan rumah untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Setelah dua hari, barulah Carl, istri dan dua anaknya diperbolehkan kembali ke rumah.
Namun di malam setelah mereka tiba di rumah, keempat anggota keluarga dilaporkan muntah-muntah. Kendati begitu, kondisi mereka berangsur membaik, kecuali si sulung Peyton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika dilarikan ke rumah sakit, dokter dapat langsung menduga jika itu adalah reaksi keracunan dari fogging di rumahnya. Akan tetapi karena kondisi Peyton juga terus memburuk, ia akhirnya harus dirawat di rumah sakit tersebut selama berminggu-minggu.
Yang mengagetkan Carl adalah dokter menambahkan bahwa Peyton berpotensi mengalami kerusakan otak.
Baca juga: Level Polusi Asap 'Berbahaya', Warga Pekanbaru Terancam Tak Bisa Napas!
"Peyton masih mempertahankan kepribadian dan kemampuan kognitifnya. Apalagi dia masih muda, skill motorik masih bisa dipelajarinya lagi. Tapi mungkin ini butuh waktu yang panjang dan terapi tanpa henti," tutur Carl.
Untuk membantu membiayai pengobatan putranya, Carl memanfaatkan situs penggalangan dana GoFundMe. Tak disangka dalam tiga hari saja, mereka berhasil mengumpulkan uang sebanyak 40.000 dollar AS.
Selain itu, Carl tengah berkonsultasi dengan sebuah firma hukum di Florida untuk menyelidiki insiden ini dan menentukan apakah mereka perlu mengajukan gugatan hukum kepada Terminix atau tidak.
Baca juga: Kebiasaan Menggantung Baju Bekas Pakai Bisa Undang Nyamuk Penyebab DBD
Sejauh ini juru bicara dari Terminix hanya mengungkapkan keprihatinan mereka atas insiden tersebut, dan tengah melakukan penyelidikan atas apa yang menimpa salah satu klien mereka ini.
Untuk fumigasi, gas yang dipergunakan adalah sulfuryl fluorise. Akan tetapi Dr Shan Yin dari Cincinnati Drug and Poison Control, kasus keracunan pestisida akibat fumigasi sendiri sebenarnya sangat jarang terjadi. Kalaupun ada, hanya mengarah pada gejala seperti pening, sakit kepala atau muntah-muntah ringan.
"Tapi pada kasus yang buruk memang bisa sampai mengakibatkan kejang dan gangguan saraf. Jadi seharusnya ketika gejala awal muncul, orang yang bersangkutan harus segera keluar dari rumah," katanya. (lll/vit)











































