Senin, 12 Okt 2015 14:45 WIB

Studi: Anak Pertama Lebih Besar Kemungkinan Punya Mata Minus

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Faktor penyebab mata minus bermacam-macam mulai dari genetik sampai penggunaan mata yang terlalu sering untuk fokus jarak dekat. Terkait hal tersebut peneliti dari Cardiff University mengatakan anak pertama lebih berisiko mengidapnya.

Alasan mengapa anak pertama lebih berisiko alami mata minus dikatakan peneliti ada kaitannya dengan gaya asuh orang tua untuk anak pertama. Menurut pemimpin studi Jeremy A. Guggenheim, PhD, orang tua biasanya lebih disiplin membuat anak pertamanya belajar membaca buku dan sebagainya yang bisa mempromosikan mata minus.

Baca juga: Pakai Kacamata Sejak Kanak-kanak, Bisakah Minus Berkurang?

Hal ini ia buktikan setelah melihat data dari dari 89 ribu orang berusia 40 sampai 69 tahun dan menemukan bahwa anak pertama lebih berisiko 10 persen alami mata minus, 20 persen alami mata minus parah. Data tersebut dikaitkan juga dengan tingkat edukasi dan ditemukan ada pengaruh sampai 25 persen pada hubungan urutan kelahiran dengan mata minus.

"Paparan pendidikan yang lebih besar sejak usia dini dapat membuat anak terkena lingkungan faktor pemicu miopi, sebagai contoh, lebih banyak waktu dipakai untuk belajar dan sedikit waktu dihabiskan di luar rumah," kata Jeremy seperti dikutip dari jurnal The JAMA Network, Senin (12/10/2015).

"Studi kami memberikan bukti ekstra yang menghubungkan edukasi dengan miopi di negara yang memiliki edukasi intensif sejak dini," lanjutnya.

Saat ini prevalensi anak-anak yang memiliki mata minus semakin meningkat di seluruh dunia. Studi banyak yang menyebutkan hal tersebut karena semakin berkurangnya waktu bermain anak-anak di luar ruangan, terganti dengan aktivitas menatap layar atau membaca.

Baca juga: Gangguan Penglihatan Bisa Tingkatkan Risiko Bunuh Diri Seseorang (fds/vit)