Kamis, 15 Okt 2015 12:14 WIB

Balita Suka Teriak-teriak

Duh! Si Kecil Suka Teriak pada Orang Lain, Apa Sebabnya Ya?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Balita suka teriak-teriak mungkin wajar, karena dia sedang senang-senangnya mendengar suaranya sendiri. Tapi jika anak berteriak-teriak hampir sepanjang waktu, bahkan berteriak atau membentak temannya dan orang dewasa, apa ya sebabnya?

Ketika balita Anda berteriak saat mainannya diperhatikan atau diminta anak lain, bisa jadi itu dorongan untuk melindungi dirinya sendiri. Melindungi agar apa yang jadi miliknya tidak diambil orang lain. Namun jika teriakan anak sudah seperti kebiasaan, yakni jika sedikit-sedikit teriak untuk mendapat semua yang dia mau, perlu mendapat perhatian lebih.

"Sering kali sebagai orang dewasa, jadi orang tua, kalau berkomunikasi ke anak dengan teriakan. Jadi teriakan anak selain insting untuk melindungi diri sendiri juga merupakan observasi dia, misalnya kalau orang tua melarang sambil berteriak, maka itu jadi ditiru," tutur psikolog anak dan remaja, Efnie Indrianie, MPsi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (15/10/2015).

Baca juga: Mengatasi Bayi Rewel karena Tumbuh Gigi 

Balita berada pada golden period, sehingga ingatannya pasti dahsyat. Dia cenderung mengingat apa yang sering dilakukan orang sekitar, terutama orang tuanya. Bisa jadi orang tuanya tidak bermaksud membentak, tapi melarang anak melakukan ini itu dengan suara keras akan jadi sesuatu yang diingat anak. Sehingga anak pun akan melakukan hal yang sama kepada orang lain.

"Kadang saat anak main benda tajam, mungkin karena khawatir anaknya luka, secara refleks orang tua teriak. Dia (anak) dengan periode kecerdasan akan merekam dan responsnya juga berteriak seperti orang tuanya saat melarang orang lain," jelas Efnie.

Karena itu, orang tua perlu selalu meningkatkan level kesadarannya. Dengan meningkatkan level kesadaran, maka orang tua akan sadar penuh ketika bersikap kepada anak dan mengurangi refleks-refleks yang justru berdampak buruk bagi anak.

"Ya, level kesadaran perlu semakin ditingkatkan agar bisa jadi pemodel yang baik untuk anak. Karena bagaimanapun apa yang dilakukan orang tua seringkali diingat benar oleh anak dan dijadikan model," imbuh perempuan yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung ini.

Baca juga: Pola Asuh yang Cenderung Mengekang, Bikin Anak Jadi Pemalu dan Pendiam? 

Karena itu, jika anak sangat suka berteriak-teriak, apalagi kepada temannya dan orang dewasa lain, sebagai orang tua mari melihat ke diri sendiri. Apakah selama ini selalu melarang anak dengan teriakan? Apakah selama ini refleks dalam melindungi anak juga disampaikan dalam wujud teriakan?

Maksud orang tua tentu baik. Dengan teriakan itu diharapkan anaknya menjadi anak yang lebih baik. Tapi anak bukanlah orang dewasa yang tahu bahwa maksud orang tuanya baik. Yang dia tahu, orang tuanya berteriak untuk melarangnya, sehingga anak akan meng-copy dan mengaplikasikan dalam kegiatannya sehari-hari. (vit/up)