Dijelaskan oleh dr Sri Susilawati, SpTHT, dari RS Fatmawati bahwa ketika kotoran telinga menumpuk maka pendengaran anak dapat terpengaruh. Akibatnya bila di sekolah anak akan jadi kesulitan mengikuti pelajaran karena tak jelas mendengar.
"Hitung-hitungannya itu sekitar 30 persen anak (tersumbat -red). Jadi kalau ada 1.000 anak biasanya sekitar 350 yang telinganya kotor menyumpal," kata dr Sri ketika tengah melakukan bakti sosial pemeriksaan gratis di SDN 01 Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu faktor penyebab mengapa ada banyak anak yang kotoran telinganya tersumbat adalah karena saluran telinga yang kecil karena memang faktor bawaan. Oleh sebab itu ketika ada kotoran yang mengering maka ia akan dengan mudah tersumbat.
"Nah yang kaya gitu biasanya setahun sekali harus pergi ke puskesmas atau ke dokter biar dibersihkan. Anak-anak kan kadang masih sempit nanti lebih besar akan lebih lebar lubangnya sehingga kotoran bisa jatuh sendiri," lanjut dr Sri.
"Tapi sebenarnya yang banyak itu orang normal dari bayi sampai tua enggak pernah kotor. 30 Persen saja yang kadang-kadang ada kotoran" pungkasnya.
Baca juga: Kotoran Bisa Keluar Sendiri, Telinga Tak Perlu Sering Dibersihkan (fds/vit)











































