Jumat, 04 Des 2015 11:40 WIB

Sakit Perut, Tak Tahunya Kebanyakan Makan Logam

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock
Faridabad, India - Tim dokter dari Metro Hospital, Faridabad, India baru saja mengangkat 29 logam dari tubuh seorang bocah laki-laki berumur tiga tahun. Si bocah baru ketahuan menyimpan 'harta karun' itu dalam perutnya setelah berbulan-bulan mengeluh sakit perut.

Tetapi tiap kali dibawa ke dokter dan diberi obat penghilang nyeri, si bocah yang dirahasiakan identitasnya itu tetap saja tak bergeming.

Hingg akhirnya bocah ini dibawa ke Metro Hospital, dan di sana ia menjalani pemeriksaan dengan sinar X. Dokter langsung shock begitu melihat ada setumpuk logam di dalam perut si bocah.


Tepat pada tanggal 20 November lalu, operasi pengangkatan logam digelar. Tindakan ini dipimpin oleh Dr Brahm Datt Pathak. "Total kami menemukan 29 magnet, ini sungguh tidak biasa," katanya.

Dalam operasi yang berlangsung selama tiga jam itu, Brahm juga mengeluarkan satu onderdil jam tangan dan sebuah koin.

Baca juga: Benda-benda yang Paling Sering Ditelan Bayi

Sang dokter menduga menelan logam telah menjadi kebiasaan si bocah dalam kurun setahun belakangan. Apalagi kedua orang tuanya menjalankan usaha pembuatan kotak perhiasan, dan banyak sekali mur, baut, atau logam-logam kecil yang berserakan di lantai rumahnya.


Persoalannya, magnet-magnet ini telah menyatu dan membentuk gumpalan besar, yang kemudian memicu nyeri di dalam perut si bocah. Akibat lainnya, usus bocah asal Mathura, Uttar Pradesh ini juga mengalami kerusakan parah.
 
"Kalau memang logamnya kecil, tentu akan lewat begitu saja dan keluar dengan sendirinya, tapi logam-logam ini terlalu besar. Saya yakin ia sudah menahan kesakitan sejak lama," terangnya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (4/12/2015).

Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, si bocah akhirnya diperbolehkan pulang, dan keluarganya mulai memperhatikan apa saja yang ia telan dengan ketat.

Baca juga: Perhatikan, Ini Akibatnya Jika Memberikan Mainan Berbahan Logam pada Anak

Kepada detikHealth, dr Agus Subagio, SpTHT dari RS Puri Indah pernah mengatakan bahwa bagi anak-anak yang masih sangat kecil, segala sesuatu dieksplorasi dengan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Apalagi jika ukurannya kecil, risiko tertelannya pun semakin besar.

Untuk menghindari kejadian serupa terjadi pada anak-anak, ia mengatakan, peran orang tua dalam mengawasi memang perlu ditingkatkan. (lll/up)