Minggu, 06 Des 2015 09:05 WIB

Menakut-nakuti Anak Agar Rajin Belajar, Itu Bukan Solusi

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat anak malas belajar, beberapa orang tua langsung pasang wajah seram. Anak ditakut-takuti. Padahal ini bukan cara jitu bikin anak rajin belajar.

"Kalau anak digalakin, ditakut-takuti, itu malah bikin anak makin nggak suka. Bukannya ngerti, anak malah sebel," kata psikolog Dra Diennaryati Tjokrosuprihatoni, MPsi, workshop 'Yuk,  Bermain dengan Matematika' di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok,  Jawa Barat, dan ditulis Minggu (6/12/2015).

Ketimbang menakut-nakuti anak, sebaiknya yang dilakukan adalah merangsang rasa ingin tahu anak. Setelah rasa ingin tahunya muncul, maka dengan sendirinya anak akan termotivasi untuk belajar.

"Kalau situasinya nggak menyenangkan, anak pasti akan menghindar. Kalau terpaksa belajar, apa yang dipelajari malah bisa nggak masuk," tambah perempuan yang akrab disapa Dini ini.

Baca juga: Ide Bermain Sambil Belajar Matematika untuk si Kecil, Mau Coba?

Jika anak termotivasi belajar, maka dia akan melakukan kegiatan itu dengan rileks. Hasilnya, dia akan lebih mudah menguasai sesuatu yang dipelajarinya. "Jangan pula dipaksa untuk terus-menerus belajar. Biasanya kalau mau ujian kan anak-anak malah dipaksa belajar keras," imbuhnya.

"Itu makanya sering dengar kan 'wah semalam udah dipelajari semua tapi pas ujian malah blank'. Itu karena kurang istirahat, jadinya apa yang dipelajari tidak bisa dicerna oleh otak," sambung Dini.

Dengan cukup istirahat, anak akan lebih menguasai pada yang dipelajarinya, dibandingkan anak yang memaksa diri untuk terus belajar. "Sistem kebut semalam itu nggak efektif," ucap Dini.

Baca juga: Tak Perlu Alat Mahal, Anak Juga Bisa Belajar Banyak dari Gelas (vit/up)