Jadi Kurus Sih, Tapi Tak Makan Minum Sepekan Benar-benar Tidak Sehat

Jadi Kurus Sih, Tapi Tak Makan Minum Sepekan Benar-benar Tidak Sehat

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 10 Des 2015 12:12 WIB
Jadi Kurus Sih, Tapi Tak Makan Minum Sepekan Benar-benar Tidak Sehat
Foto: Barcroft Media
Melbourne - Demi mendapatkan tubuh langsing yang sehat sebenarnya tidak sulit, meski hasilnya tidak bisa terlihat dengan cepat. Setidaknya cara ini tidak akan merepotkan diri sendiri di kemudian hari.

Saat masih kecil, Ellen Lietzow sering di-bully oleh teman-temannya karena badannya yang sedikit gemuk. Perlakuan mereka cukup di luar batas, karena si kecil Ellen ditendang dan didorong ketika mencoba bermain bersama mereka. Ellen bahkan dipanggil 'paus gemuk'.

Kemudian, Ellen memutuskan bergabung dengan tim renang. Latihan rutin selama enam setiap hari membuat bobotnya turun drastis dan ia mendapatkan banyak teman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi karena ia harus disibukkan dengan latihan renang terus-menerus, Ellen merasa kehidupan sosialnya justru menjadi tidak seimbang. Ia lalu keluar dari tim itu, dan mulai memfokuskan diri pada sekolah dan teman-temannya.

Dari situ Ellen memahami bahwa ia baru bisa diterima orang lain ketika berat tubuhnya turun, sehingga ia menghalalkan segala cara untuk menjaga tubuhnya tetap langsing.

"Saya ingin tetap langsing agar bisa diterima semua orang," tuturnya seperti dikutip dari Mirror, Kamis (10/12/2015).

Baca juga: Berambut Merah, Gadis Ini Di-bully Hingga Anoreksia dan Turun Bobot 38 Kg

Di minggu-minggu pertama selepas keluar dari tim renang, Ellen berolahraga rutin selama dua jam sebelum berangkat sekolah. Ia juga melakukan tracking panjang di lingkungan sekitar rumahnya.

Untuk urusan makan, Ellen hanya mau mengonsumsi ikan dan sayur saja. Tetapi lama-kelamaan Ellen hanya mengonsumsi kubis yang sudah dikukus dan kulit apel. Dalam waktu dua bulan, Ellen kehilangan bobot sebanyak 13 kg, dan sempat dirawat di rumah sakit karenanya.

Melihat hal ini, keluarga dan teman-teman Ellen memaksanya untuk gemuk lagi dengan membelikan donat, cokelat, kue-kue dan es krim. Bobotnya sempat naik menjadi 79 kg. Bukannya gembira, Ellen malah termotivasi untuk diet lagi.

"Setelah kembali ke menu salad atau kubis kukus, saya kemudian benar-benar tidak makan sama sekali," katanya.

Kondisi tubuh Ellen sebelum dan sesudah diet ekstrem (Foto: Barcroft)

Harapan Ellen terpenuhi, yaitu bobotnya turun sampai hampir 40 kg. Di saat ini muncul gejala yang buruk pada diri Ellen, mulai dari kuku tangannya yang menghitam dan rapuh, rambutnya rontok, siklus menstruasinya mandek, dan tubuhnya sangat kurus. Bahkan tulang rusuknya terlihat dengan jelas.

Sepekan tak menyentuh makanan atau minuman apapun, Ellen kemudian merasakan haus yang luar biasa. Ia berjalan susah payah untuk mengambil segelas air. Tapi baru satu tegukan, tubuhnya langsung kejang. Di situlah Ellen baru sadar jika ia membutuhkan bantuan.

Gadis yang kini berumur 19 tahun itu pun dilarikan ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa fungsi hati dan ginjal Ellen telah mengalami kegagalan. Belum lagi bobotnya yang sangat rendah, hingga tim medis yang menanganinya terheran-heran bagaimana mungkin remaja ini bisa bertahan hidup tanpa asupan apapun.

Baca juga: Sebutan Gendut atau Kurus Bisa Berdampak Negatif pada Psikis Anak Perempuan

Beruntung kondisi Ellen bisa dipulihkan, dan kini ia menjaga berat badannya dengan menjadi seorang vegan. Sebagai bentuk dukungan kepada putrinya, sang ibu Madonna juga ikut menjadi vegan, begitu juga dengan kakaknya, Lauren.

"Pesan untuk mereka yang menderita anoreksia di luar sana, hanya Anda yang bisa mengubah diri Anda sendiri, dan Anda harus berubah untuk bisa terus hidup," tutupnya. (lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads