Murid yang Seperti Ini Berperan Penting Cegah Bullying

Murid yang Seperti Ini Berperan Penting Cegah Bullying

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 19 Jan 2016 10:04 WIB
Murid yang Seperti Ini Berperan Penting Cegah Bullying
Foto: thinkstock
Jakarta - Berbagai cara bisa dilakukan oleh orang tua, guru, dan pihak sekolah guna mencegah bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, tak ada salahnya jika pencegahan bullying dilakukan dengan memanfaatkan murid yang memiliki pengaruh di kelompoknya.

Baru-baru ini, studi yang dilakukan peneliti dari Princeton University menemukan bahwa murid yang memiliki pengaruh sosial di kelompoknya, bisa didayagunakan untuk menyebarkan pesan pencegahan bullying di sekolah.

Untuk studi ini, penulis utama studi Elizabeth Levy Paluck melibatkan murid dari 56 sekolah menengah di New Jersey. Siapa murid yang memiliki pengaruh di kelompoknya ditentukan dari pemetaan jaringan sosial murid-murid di sekolah tersebut. Sehingga, mereka yang berpengaruh besar tidak melulu murid yang populer di kelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami meminta anak-anak yang memiliki pengaruh kuat ini terhadap kelompoknya untuk menyebarkan pesan tentang bahaya bullying dan cara yang lebih positif saat menghadapi konflik dengan sesama teman. Pesan anti-intimidasi juga disebarkan melalui instagram, poster, dan gelang warna-warni," tutur Paluck.

Selama rentang tahun 2012-2013, diketahui konflik yang melibatkan intimidasi sesama murid menurun sampai 30 persen, begitu pun pertengkaran yang terjadi di antara para murid diketahui menurun. Menurut Lapuck, selama ini kerap dilupakan bahwa selain orang dewasa, dalam hal ini orang tua dan guru, anak-anak pun bisa berperan mencegah bulyying.

Baca juga: Saran Psikolog Saat Bullying Menimpa Anak

"Ketika pesan soal bullying disampaikan oleh anak yang memiliki pengaruh di kelompoknya, pesan itu akan lebih sampai dan didengar oleh murid lain karena memang wajar jika anak akan lebih mudah menerima info atau sesuatu dari teman sebayanya," tambah Paluck dalam keterangan tertulisnya.

Dari studi ini, Paluck menekankan bahwa pemilihan murid yang memiliki pengaruh di kelompoknya tidak melulu harus mereka yang juara kelas atau paling populer. Dengan mengamati kelompok-kelompok murid yang ada di sekolah, menurut Paluck bisa diketahui mana anak yang memiliki pengaruh besar terhadap kelompoknya.

Dalam studi ini misalnya, ada siswa yang kadang-kadang nakal atau justru sebaliknya, selalu menjadi pihak penengah ketika ada konflik di antara temannya. Dan nyatanya, siswa seperti itu dinilai memiliki pengaruh cukup besar pada kelompoknya.

Baca juga: Korban Bullying Enam Kali Lebih Rentan Sakit Kronis Saat Dewasa (rdn/vit)

Berita Terkait