Tempel Stiker Emoji Pada Makanan Bisa Bantu Anak Makan Lebih Sehat

Tempel Stiker Emoji Pada Makanan Bisa Bantu Anak Makan Lebih Sehat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 07 Mar 2016 19:09 WIB
Tempel Stiker Emoji Pada Makanan Bisa Bantu Anak Makan Lebih Sehat
Foto: Thinkstock
Jakarta - Menerapkan pola makan sehat sejak kecil bisa menghindari anak dari obesitas. Untuk melakukannya, orang tua bisa menempel stiker emoji pada makanan agar anak lebih tertarik dengan makanan sehat.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Appetite mengatakan emoji bergambar wajah tersenyum atau wajah cemberut bermanfaat bagi anak. Anak akan lebih mau memakan makanan sehat jika ditempelkan emoji wajah tersenyum di kemasannya.

"Anak-anak sulit mengerti soal mana makanan sehat dan mana yang tidak. Namun mereka sangat paham soal emosi dan pandai mengenali ekspresi. Sehingga dengan menggunakan emoji tersenyum, anak akan merasa makanan ini lebih baik untuknya daripada makanan yang ditempeli emoji cemberut," tutur Dr Greg Privitera, pemimpin studi dari University of Phoenix, dikutip dari ABC Australia, Senin (7/3/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Makanan Tinggi Protein Bisa Bikin Cepat Kenyang

Penelitian dilakukan kepada anak-anak berumur 5 hingga 11 tahun. Mereka diminta untuk memilih makanan yang akan dimasak di rumah. Sebagian kemasan makanan ditempeli emoji tersenyum, yang menandakan makanan sehat. Sementara makanan instan dan kurang bernutrisi lainnya ditempeli emoji cemberut.

Hasilnya, lebih 80 persen anak memilih makanan sehat dengan emoji tersenyum daripada makanan sehat tanpa emoji. Pada kemasan yang tak ditempeli stiker emoji, 70 persen anak-anak memilih snek dan keripik kentang yang tinggi kalori.

Adam Briwn, pakar dari Deakin University, mengatakan label emoji memang membantu anak-anak untuk memilih makanan yang lebih sehat. Menerapkan kebihakan ini di supermarket di mana anak-anak senang menemani ibunya belanja merupakan langkah yang tepat.

"Emoji lebih mengena di kepala anak-anak daripada angka-angka dan penjelasan," ungkapnya.

Bridget Kelly, pakar nutrisi dari University of Wollongong, mengatakan tertarik dengan penggunaan emoji. Namun ia mengatakan obesitas anak tidak bisa dicegah dengan hanya sekadar menempelkan emoji wajah tersenyum ataupun emoji wajah cemberut pada kemasan makanan.

"Beri mereka informasi soal mana yang sehat dan mana yang tidak serta libatkan mereka dalam proses pemilihan makanan. Hal ini membuat anak-anak lebih terdidik soal melakukan pola hidup sehat," ungkapnya.

Baca juga: Hai Bunda, Beri Camilan Kacang Bantu Cegah Kegemukan pada Anak Lho (mrs/vit)

Berita Terkait