ADVERTISEMENT

Kamis, 31 Mar 2016 13:27 WIB

Kenali, Ini Gejala Autisme pada Anak-anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Diagnosis dini autisme pada anak bisa dilakukan dengan mengetahui sejak awal gejala yang bisa muncul sampai usia 36 bulan. Apa saja?

Psikiater anak dan remaja di Klinik Tumbuh Kembang & Edukasi Terpadu RS Pondok Indah, dr Ika Widyawati SpKJ(K) mengatakan gejala autisme di antaranya sampai usia 12 bulan anak tidak bisa menunjuk benda, bukan hanya menjentikkan telunjuk saja.

"Seringkali orang tua entah denial atau bagaimana, menjentikkan jari atau menarik tangan orang disebut menunjuk. Menunjuk itu ketika kita minta dia melihat benda lain, dia akan melihat ke arah kita dulu lalu melihat objek yang jauh, itu yang dinamakan joint attention, nggak ada pada anak autisme," tutur dr Ika dalam Temu media di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Kemudian, kemampuan bicara anak menghilang. dr Ika menceritakan ia memiliki pasien usia 1 tahun bisa bicara dan bernyanyi tapi tiba-tiba saat usia 20 bulan kata-katanya mulai hilang. Nah, kondisi seperti itu disebut merupakan tipe regresi di mana perkembangan anak yang awalnya baik perlahan menurun.

Baca juga: Jelang Usia 2 Tahun Tapi Anak Belum Bicara Lancar? Mungkin Ini Sebabnya 

Gejala lainnya yakni anak tidak memberi respons saat dipanggil nama. Di usia 16 bulan pun anak autisme umumnya belum bisa mengucapkan satu kata pun. Padahal, di usia 10 bulan anak biasanya sudah mulai bubbling.

"Anak juga tidak bisa main pura-pura. Misalnya pulpen dijadikan anak panah atau pesawat gitu diterbangin. Kalau dipegang ya dipegang saja pulpennya," tambah dr Ika.

Memang gejala itu tidak harus muncul maksimal saat usia 36 bulan sebab saat anak berusia 38 bulan masih bisa disebut autisme. Sedangkan, jika gejala itu muncul di atas usia 5 tahun, hati-hati adanya gangguan lain seperti Skizofrenia masa kanak-kanak yang disertai dengan halusinasi suara atau penglihatan.

"Kalau anak menunjukkan gejala seperti itu, secepatnya dicek ke tenaga medis yang kompeten. Makin dini dideteksi makin bisa ditangani," pungkas dr Ika.

Baca juga: Berkat Bantuan Kucingnya, Bocah Autis Ini Bisa Bicara untuk Pertama Kali  (rdn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT