Meski Down Syndrome, Anna Jago Lho Bermain Jimbe

Meski Down Syndrome, Anna Jago Lho Bermain Jimbe

Martha HD - detikHealth
Selasa, 12 Apr 2016 10:42 WIB
Meski Down Syndrome, Anna Jago Lho Bermain Jimbe
Foto: Martha HD
Jakarta - Terlahir dengan Down Syndrom tidak serta-merta membuat Siti Amannah Paneh (19) terpuruk. Dia membuktikan Down Syndrom yang dialaminya sama sekali tidak menyurutkan semangatnya bermain jimbe.

Gadis yang akrab disapa Anna ini memang menunjukkan ketertarikan pada bidang musik, khususnya alat musik jimbe. Melihat itu, sang ibu, Pramuri Harumdani atau Muri (49), mendaftarkan Anna ke sanggar Jimbe. Apalagi sebelumnya Anna juga pernah tergabung dalam kelompok musik asuhan Dian Hadipranowo atau Dian HP.

"Kalau akademis gitu dia nggak mau, disuruh ngomong masih mau tapi nulis nggak mau. Ya sudah ngapain saya paksa, jadi saya kembangin kemampuan lainnya," kata ibu empat orang anak ini dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Jangan Mem-bully Anak dengan Down Syndrome!

Menurut Muri, berlatih jimbe sangat terasa manfaatnya bagi Anna. Menurut pantauan Muri, dengan berlatih jimbe, Anna bisa melatih konsentrasi dan belajar kerjasama secara tim.

Anna saat tampil memainkan jimbe bersama teman-temannya (Foto: Martha HD)

Terkait pengalaman mengasuh anak dengan Down Syndrome, Muri menuturkan banyak tantangan yang dihadapi. Namun Muri selalu bertekad memaksimalkan kemampuan Anna.

"Kalau dibandingkan Anna, mengasuh adik-adiknya jauh sangat mudah. Walaupun begitu, anak-anak Down Syndrome sama halnya anak-anak normal lainnya yaitu memiliki kemampuan yang berbeda-beda," tutur Muri.

Baca juga: Karena Kepedulian, Elfa's Singer Tergerak Jadi Duta Down Syndrome

Saat ini, Anna bersekolah di sekolah khusus kemandirian. Di sekolah tersebut, para siswa yang kebanyakan mengalami Down Syndrome diajari cara merawat diri sehingga bisa hidup lebih mandiri.

"Sekolah ini dibentuk salah satu pengurus Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS). Awalnya, dia buat untuk anaknya karena memang susah mencari sekolah untuk anak-anak yang mengalami Down Syndrome," tutup Muri. (vit/vit)

Berita Terkait