Dijelaskan oleh konsultan seks dan pakar kandungan dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, bahwa kunci paling penting dalam membahas topik seks adalah kedekatan orang tua dengan anak. Jangan tertutup memandang pendidikan seks sebagai hal yang tabu karena sebenarnya cakupannya luas mulai dari segi psikologis, sosial, biologis, dan kultural.
Menurut dr Boyke bahkan sejak anak lahir pendidikan seks sudah dapat dibiasakan. Caranya bisa dengan mengganti baju anak di ruang tertutup sambil juga meminta izinnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Era Digital Bikin Anak Mudah Terpapar Pornografi, Ortu Harus Open Minded
Beranjak balita orang tua bisa mulai menanamkan moral kesopanaan dan menerangkan dasar perbedaan antara organ tubuh pria dan wanita. Pada tahap ini kenalkan juga aturan-aturan cara melindungi diri dari orang asing.
"Menjelang pubertas, kenalkan kepada anak tentang tanda-tanda pubertas dan bagaimana menghadapinya jika dia mengalaminya. Beri dia rambu-rambu yang jelas dalam bergaul dengan lawan jenis," papar dr Boyke.
"Penjelasan soal seks yang berbau ilmiah atau memerlukan bahasa medis yang agak rumit, tunggu sampai anak bertanya. Jika anak sudah menanyakannya berarti logika sudah sampai pada tahap tersebut," lanjut dr Boyke.
Ayah dan ibu keduanya sama-sama bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks yang baik. Anak laki-laki mungkin akan lebih nyaman berbicara pada ayah sementara anak perempuan lebih nyaman berbicara dengan ibu.
Baca juga: Pendidikan Seks yang Minim, Salah Satu Sebab Tingginya Angka Kematian Ibu (fds/vit)











































