Cerita Neil, Si Tunarungu yang Juarai Lomba Mengeja

Cerita Neil, Si Tunarungu yang Juarai Lomba Mengeja

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 26 Mei 2016 13:34 WIB
Cerita Neil, Si Tunarungu yang Juarai Lomba Mengeja
Foto: Foxnews
Carolina Utara - Bisa menjuarai lomba mengeja sampai tingkat nasional bukanlah prestasi yang bisa diremehkan. Tetapi bagaimana jadinya jika pemenangnya adalah seorang bocah yang terlahir tuli?

Inilah prestasi yang baru saja diraih Neil Maes. Baru-baru ini ia menjadi kebanggaan keluarga dan teman-temannya karena memenangkan Scripps National Spelling Bee atau perlombaan mengeja tingkat nasional.

Sang ibu, Christy kemudian mengisahkan bagaimana perjuangan buah hatinya untuk sampai pada titik ini. "Kami bahkan tidak tahu apakah kelak ia bisa bicara atau tidak. Tak ada yang bisa menjamin," katanya seperti dilaporkan Foxnews.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Christy dan suaminya, Peter juga mengaku tak punya keluarga yang mengalami ketulian sehingga mereka sempat kebingungan mengapa Neil bisa lahir dalam keadaan tuli sepenuhnya. Belakangan baru ketahuan jika keduanya merupakan carrier mutasi genetik yang dapat mengakibatkan hilangnya pendengaran.

Kondisi yang sama juga ditemukan pada salah satu dari dua adik perempuan Neil, dan mereka sama-sama dipasangi implan agar dapat mendengar. Neil sendiri sudah dipasangi implan koklea di kedua telinganya saat usianya baru 11 bulan. Dan sejak hari itu pula ia harus menjalani terapi untuk bicara dan berlatih memahami ucapan lawan bicaranya.

Baca juga: Cacat Fisik Bukan Halangan, Tunarungu pun Jago Main Perkusi

Namun terkait bakat mengeja putranya, Christy awalnya juga tak tahu apa-apa. Tahu-tahu suatu hari sepulang sekolah Neil mengabarkan bahwa ia memenangi perlombaan mengeja. Bahkan di tahun yang sama, ia berhasil menembus sampai ke tingkat regional dan menyabet juara 2.

Sejak saat itu ia menjadi langganan juara mengeja, dan Scripps National Spelling Bee merupakan puncak prestasinya. Dalam perlombaan itu, Neil bahkan bisa mengungguli 281 peserta lain yang datang dari seluruh penjuru Amerika.

Lantas bagaimana Neil bisa mengikuti lomba mengeja? Christy menjelaskan, bocah asal Belton, South Carolina itu hanya perlu meminta pembawa acara untuk berbicara lewat mikrofon khusus yang dapat mengirimkan sinyal FM secara langsung ke implan kokleanya. Dengan begitu, ia bisa memfilter suara-suara bising di belakangnya dan terfokus hanya pada satu kata.

Tips lain yang sering digunakan Neil adalah, ia meminta pembawa acara untuk menjelaskan kata yang dimaksud, sehingga ia bisa memastikan kata yang didengarnya.

"Tetapi sebenarnya implan hanyalah alat. Yang benar-benar bekerja disini adalah intelijensi Neil dan juga etos kerjanya yang tinggi," tutur Dr Michael Hoa, ahli bedah dari MedStar Georgetown University Hospital yang biasa terlibat dalam pemasangan implan koklea.

Hoa menjelaskan, implan koklea hanya mengganti fungsi telinga dengan mengirimkan sinyal listrik ke saraf-saraf pendengaran. Untuk itu Hoa kagum melihat Neil yang bisa mengeja kata-kata yang rumit sekalipun.

Christy berharap kisah putranya juga akan menginspirasi anak-anak berkebutuhan khusus lain untuk bisa survive, bahkan melampaui kemampuan yang mereka miliki sekarang.

Baca juga: Kisah Terapis Anak Gangguan Dengar, Sedih Jika Ortu Tak Kooperatif (lll/up)

Berita Terkait