Padahal, risiko anak tenggelam bisa juga terjadi ketika si kecil berenang di kolam plastik yang dapat ditiup-kempiskan sendiri di rumah. Demikian disampaikan Dr Nina Saphiro, direktur THT Anak di Mattel Children's Hospital of the University of California, Los Angeles.
"Hanya beberapa inchi air saja di kolam plastik anak, itu cukup berisiko menenggelamkan anak. Selama ini, kita sering berpikir risiko anak tenggelam hanya terjadi di kolam renang yang luas, memiliki kedalaman tertentu, dan merupakan fasilitas umum," tutur Saphiro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jangan Biarkan Anak-anak Berenang Terlalu Lama
Mengutip studi dalam jurnal Pediatrics di tahun 2011, Saphiro menyebut bahwa kolam renang portable di rumah menimbulkan risiko tenggelam dan kematian pada anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Untuk itu, baik saat anak berenang di kolam renang portable atau kolam renang yang sesungguhnya, Saphiro memberikan saran bagi orang tua agar risiko anak tenggelam bisa dihindari.
"Terus awasi anak-anak ketika mereka berada di kolam atau sekitar kolam. Pada kolam renang yang besar, usahakan di sekelilingnya terdapat pagar pembatas dengan tinggi minimal 1,2 meter. Supaya anak yang tadinya hanya bermain, berlari di sekitar kolam tidak berisiko tercebur ke kolam," kata Saphiro.
Selain itu, selalu sediakan pelampung di pinggir kolam renang. Lalu, tak ada salahnya orang tua mempelajari Cardiopulmonary resuscitation (CPR). Akan lebih baik lagi untuk memilih kolam renang di mana selalu siaga seorang penjaga di sana. Kemudian, jangan lupa saat tidak menggunakan kiddie pool di rumah, singkirkan mainan anak yang ada di dalamnya.
"Tidak ada cara ajaib yang bisa mencegah risiko tenggelamnya anak saat berada di air, bahkan ketika mereka berada di bathup kamar mandi. Sehingga, pengawasan dari orang tua menjadi hal yang sangat penting," pungkas Saphiro.
Baca juga: Jangan Biarkan Anak Berenang di Genangan Banjir, Ini Dampaknya (rdn/vit)











































