Kunci dari penanganan gangguan mental seperti ini adalah deteksi dini. Sebab penelitian mengungkap, makin dini penanganannya, maka anak dengan bisu selektif akan merespons pengobatannya dengan cepat.
Lagipula bila tidak segera ditangani, dikhawatirkan kebiasaan mereka untuk bungkam itu akan sulit disembuhkan lagi bila sudah dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah gangguan mental yang dikaitkan dengan bisu selektif yang tidak terobati, di antaranya:
- kecemasan yang memburuk
- depresi
- mengisolasi dan menarik diri dari kehidupan sosial
- minder dan kurang percaya diri
- menolak berangkat sekolah, performa akademik menurun bahkan putus sekolah
- pencapaian yang buruk bagi secara akademik maupun di tempat kerja
- cenderung bergantung pada obat-obatan dan/atau alkohol
- sering terpikir untuk bunuh diri
Baca juga: Anak Membisu Saat Diajak Bicara Orang Asing? Ini Sebabnya
Seperti dikutip dari Mirror, ketika anak dicurigai mengalami bisu selektif, baiknya segera dikonsultasikan dengan dokter atau psikolog anak. Jangan pernah menganggap kondisi ini akan hilang dengan sendirinya, sebab yang terjadi seringkali justru sebaliknya.
Toh sebagian besar anak dengan bisu selektif dapat pulih dari kondisi ini. Orang tua juga bisa memberikan dukungan dengan mengatakan bahwa mereka memahami mengapa si anak takut untuk bicara. Dan yang terpenting, jangan permalukan anak di muka umum.
Ditambahkan psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, M.Psi, pemicu bisu selektif pada anak harus dilihat kasus per kasus, terutama dengan melibatkan psikolog.
Sedangkan untuk orang tua, sebaiknya tidak terlalu fokus meminta anak berbicara dengan orang yang tidak ia ajak bicara karena semakin didorong, anak malah semakin menutup diri.
"Ibu bisa menggunakan media boneka atau role play dan menciptakan tema-tema cerita yang agak mirip dengan kondisi anak serta diberikan problem solving-nya seperti apa. Dengan begitu diharapkan anak akan mendapat insight mengenai apa yang seharusnya ia lakukan dalam situasi yang mungkin menimbulkan kebingungan baginya harus berbicara apa," paparnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Baca juga: Anak Terlalu Malu untuk Bicara, Ini Termasuk Gangguan Kecemasan Lho (lll/vit)











































