Studi Ungkap Mengapa Penyakit Mental Sering Muncul Saat Remaja

Studi Ungkap Mengapa Penyakit Mental Sering Muncul Saat Remaja

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 26 Jul 2016 17:34 WIB
Studi Ungkap Mengapa Penyakit Mental Sering Muncul Saat Remaja
Foto: ilustrasi saraf otak
Jakarta - Ketika manusia lahir otaknya akan berkembang belajar mengolah informasi dengan pesat dan pada saat remaja seluruh fungsi dasarnya seperti melihat, mendengar, dan bergerak akan telah berkembang sempurna. Namun demikian perkembangan otak tak berarti berhenti di situ saja.

Peneliti dari departemen psikiatri Cambridge University melihat bahwa pada saat remaja otak juga masih terus berkembang terutama pada area yang berkaitan dengan proses pikir dan pengambilan keputusan. Hasil pindaian dari 300 orang berusia 14 hingga 24 tahun menunjukkan area tersebut memiliki banyak pusat saraf dan terhubung dengan banyak bagian penting lain.

Selama remaja jaringan antar saraf di otak ini mengalami penguatan dan peneliti membandingkannya seperti terminal di bandara yang perlahan-lahan semakin sibuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Punya Faktor Risiko Seperti Ini, Orang Jadi Rentan Kena Bipolar

Dipublikasi di Proceedings of the National Academy of Science, dr Kirstie Whitaker selaku salah satu peneliti mengatakan genetik yang terlibat dalam penguatan jaringan otak tersebut serupa dengan yang terlibat dalam banyak penyakit mental termasuk skizofrenia. Menurutnya hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa penyakit mental umumnya mulai tampak di usia remaja.

"Kami telah menemukan sebuah jalur biologis dari sel pada area yang diduga berkaitan dengan mengapa orang-orang pada masa akhir remajanya mungkin mengalami episode psikotik pertama," kata Whitaker seperti dikutip dari BBC, Selasa (26/7/2016).

Berkaitan dengan hal tersebut, studi lain menyebut juga selain genetik faktor stres bisa turut berkontribusi. Penganiayaan, kekerasan dan penelantaran kemungkinan dapat terus mengganggu perkembangan fungsi otak yang lebih kompleks pada masa remaja.

"Area otak yang berubah kebanyakan berkaitan dengan perilaku kompleks dan pengambilan keputusan. Ini menunjukkan bahwa seorang remaja sedang dalam perjalanan menjadi dewasa menjadi bisa mengolah seluruh informasi. Ini adalah masa penting untuk dilalui, Anda tentu tak mau seperti anak-anak seumur hidup," kata Whitaker.

Baca juga: Puluhan Warga di Ciamis Mengidap Skizofrenia, Ada Pengaruh Genetik?

(fds/vit)

Berita Terkait