Gangguan Tidur Memperburuk Penyakit Hati pada Remaja Gemuk

Gangguan Tidur Memperburuk Penyakit Hati pada Remaja Gemuk

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 15 Agu 2016 20:02 WIB
Gangguan Tidur Memperburuk Penyakit Hati pada Remaja Gemuk
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sleep apnea atau henti napas saat tidur sering dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit kronis. Kali ini, para ilmuwan mengaitkannya juga dengan perlemakan hati.

Pada remaja dengan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), sleep apnea bisa memperburuk kondisi perlemakan hati. Penyebabnya adalah kadar oksigen yang rendah saat tidur di malam hari, karena saluran napasnya tidak lancar.

Memburuknya penumpukan lemak di hati bisa terakumulasi dan memicu peradangan. Dampaknya bisa memicu sebuah kondisi serius yang disebut non-alcoholic steatohepatitis (NASH).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, sleep apnea dikaitkan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Kadar oksigen yang rendah pada malam hari memberikan beban ekstra bagi jantung dalam memompa darah.

"Sekarang kita tau bahwa ini juga berdampak pada hati," kata sang peneliti, dr Shikha Sundaram dari Children's Hospital Colorado seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2016).

Baca juga: Duh, Anak-anak dengan Lemak di Hati Berlebih Rentan Sakit Gula

Sebanyak 7 juta anak di Amerika Serikat mengidap NAFLD, yakni perlemakan hati yang bisa memicu kerusakan dan kadang sampai harus dicangkok. NAFLD berkaitan dengan genetik, obesitas, serta penggunaan beberapa jenis obat.

Obstructive sleep apnea (OSA) banyak ditemukan pada orang-orang yang mengalami obesitas. Penyempitan jalan napas, yang sering ditandai dengan mendengkur, memicu kadar oksigen yang rendah atau hipoksia dan bisa berdampak pada stroke maupun penyakit jantung.

Baca juga: Sama Seperti Alkohol, Kurang Gerak Juga Bisa Menyakiti Hati


(up/vit)

Berita Terkait