Pada remaja dengan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), sleep apnea bisa memperburuk kondisi perlemakan hati. Penyebabnya adalah kadar oksigen yang rendah saat tidur di malam hari, karena saluran napasnya tidak lancar.
Memburuknya penumpukan lemak di hati bisa terakumulasi dan memicu peradangan. Dampaknya bisa memicu sebuah kondisi serius yang disebut non-alcoholic steatohepatitis (NASH).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita tau bahwa ini juga berdampak pada hati," kata sang peneliti, dr Shikha Sundaram dari Children's Hospital Colorado seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2016).
Baca juga: Duh, Anak-anak dengan Lemak di Hati Berlebih Rentan Sakit Gula
Sebanyak 7 juta anak di Amerika Serikat mengidap NAFLD, yakni perlemakan hati yang bisa memicu kerusakan dan kadang sampai harus dicangkok. NAFLD berkaitan dengan genetik, obesitas, serta penggunaan beberapa jenis obat.
Obstructive sleep apnea (OSA) banyak ditemukan pada orang-orang yang mengalami obesitas. Penyempitan jalan napas, yang sering ditandai dengan mendengkur, memicu kadar oksigen yang rendah atau hipoksia dan bisa berdampak pada stroke maupun penyakit jantung.
Baca juga: Sama Seperti Alkohol, Kurang Gerak Juga Bisa Menyakiti Hati
(up/vit)











































