Senin, 22 Agu 2016 09:10 WIB

6 Hal yang Sering Disalahpahami Seputar Demam pada Anak

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Si kecil sedang demam? Duh, pasti bikin Anda sebagai orang tua tidak bisa jauh-jauh dari anak ya. Sebab umumnya anak jadi rewel. Nah, soal demam pada anak sering kali ada hal-hal yang disalahpahami. Apa saja?

Berikut ini hal-hal seputar demam yang masih sering disalahpahami, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber:

1. Diberi Kompres Dingin
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Beberapa orang tua memberikan kompres dingin pada saat anak demam. Kompres dingin ditengarai bisa segera mengusir panas berlebihan di tubuh anak. Padahal ini salah.

Air dingin justru dapat menyebabkan terjadinya kontriksi atau pengecilan pembuluh darah. Pengecilan pembuluh darah menyebabkan tidak terjadinya evaporasi di pori-pori kulit sehingga hawa panas dari dalam tubuh anak tidak bisa keluar dan menguap.

Sementara kompres dengan air hangat bisa membantu terjadinya evaporasi yang menyebabkan keluarnya hawa panas dari dalam tubuh. Nah, bagian tubuh yang paling tepat untuk menaruh kompres adalah di dahi, punggung, lipat ketiak dan lipat selangkangan.

Baca juga: Ingat, Demam pada Anak Tak Melulu Indikasi si Kecil Butuh Antibiotik

2. Buru-buru Diberi Obat ataupun Antibiotik
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Saat anak demam, biasanya karena infeksi virus. Kalau demam disertai batuk pilek, umumnya itu common cold. Nah, sebagian besar penyakit harian disebabkan virus sehingga tidak butuh antibiotik. Pun tidak semua infeksi bakteri butuh antibiotik. Selain itu patut diingat, antibiotik tidak mempercepat penyembuhan.

Ini bukan berarti harus memusuhi antibiotik. Karena yang penting diketahui adalah kapan harus menggunakan antibiotik.

dr Wiyarni Pambudhi SpA pernah menyampaikan tentang pemberian obat penurun demam pada anak. Menurutnya, obat penurun panas hanya boleh diberikan ketika suhu tubuh anak mencapai 38,5 derajat Celcius.

Sementara jika si kecil mengalami kejang, tampak lemah dan kurang merespons, mengalami sesak napas, dan suhu tubuhnya di atas 38,5 derajar Celcius orang tua bisa membawaya ke dokter. Juga bila
demam muncul kembali setelah sempat reda dalam waktu 24 jam atau demam bertahan lebih dari 72 jam.

3. Tanda Bayi akan Lebih Pintar
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Demam bukanlah penyakit, tapi bisa merupakan penanda bahwa ada sesuatu yang terjadi pada tubuh. Demam bisa dipicu oleh infeksi virus atau bakteri, aktivitas anak yang berlebih, kelelahan, terlalu banyak stimulasi, kurang minum dan pasca imunisasi.

Sementara itu tidak ada korelasi sama sekali antara munculnya demam dengan akan bertambahnya kemampuan si kecil. Jika anak demam, pasti ada sebabnya, pastikan untuk mencari tahu terlebih dahulu dengan baik apa sebabnya.

Jangan sampai kepercayaan 'demam tanda bayi akan lebih pintar' membuat orang tua tenang-tenang saja, padahal susu tubuh bayinya sudah mencapai 40 derajat Celcius atau bahkan lebih.

Baca juga: Kata Dokter Soal Anggapan Demam Bisa Jadi Tanda si Kecil 'Mau Pintar'

4. Memastikan Demam Hanya dari Rabaan Tangan
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Sering kali orang tua panik saat dahi anaknya teraba panas. Punggung tangan bukanlah termometer, lantaran pengukuran dengan menggunakan punggung tangan sangatlah subyektif.

Baiknya ukur suhu tubuh dengan termometer. Suhu tubuh normal yaitu 36,5-37,5 derajat Celsius, jika lebih dikatakan sumer dan jika di atas 38 derajat Celcius dikatakan demam atau panas.

5. Demam Bisa Memanggang Otak
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Khawatir demam bisa memanggang otak bayi menjadi alasan orang tua buru-buru memberikan obat penurun panas. Faktanya demam biasa tak akan merusak otak bayi. Demam atas respons infeksi sebetulnya adalah cara tubuh untuk mempertahankan diri dari kuman penyerang. Bakteri dan virus sangat sensitif terhadap perubahan suhu oleh karena itu tubuh sengaja 'memanaskan' dirinya sebagai bentuk perlawanan.

Umumnya demam karena respons infeksi tidak akan melebihi batas toleransi. Di beberapa kasus, demam dengan suhu di atas 41 derajat Celcius (C) bisa merusak jaringan tubuh. Karena itu jika angka termometer sudah begitu tinggi, hubungi dokter.

6. Tidak Memandikan Saat Anak Demam
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Beberapa orang tua memilih tidak memandikan anaknya yang sedang demam. dr Meta Hanindita, SpA justru menyarankan anak yang panas tinggi dimandikan dengan air hangat. "Ini bisa dijadikan terapi thermoregulasi atau mengtur suhu agar normal lagi, hitung-hitung kompres," papar dr Meta.

Hal senada disampaikan dr RHM Nawawi Akip, Kepala Dinas kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan. Air hangat yang digunakan untuk mandi bisa mempercepat terjadinya evaporasi karena adanya pelebaran pembuluh darah (dilatasi) sehingga pori-pori akan terbuka. Efeknya mirip dengan mengompres menggunakan air hangat. (vit/vit)
News Feed