Kamis, 29 Sep 2016 10:08 WIB

Hari Jantung Sedunia

Balita Kelebihan Berat Badan, Risiko Penyakit Jantung Mengintai Saat Dewasa

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Balita bertubuh gemuk memang terlihat lucu. Namun pakar kesehatan mewanti-wanti agar tubuh gemuk balita jangan dipelihara, melainkan diusahakan agar berat badannya normal dan seimbang untuk menghindari risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Pakar kesehatan jantung dari RS Harapan Kita, dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, menyebut sekitar 14 persen balita mengalami obesitas dan kegemukan. Prevalensi ini memang akan turun seiring bertambahnya usia, namun berisiko meningkat kembali saat berusia di atas 18 tahun dan menjelang dewasa.

"Kenapa bahaya? Karena risiko penebalan otot jantung itu dimulai bahkan sejak anak-anak. Jika dari kecilnya saja sudah kegemukan, dan tidak mengalami perbaikan saat remaja, ketika dewasa risiko mengalami masalah jantung bisa naik berkali-kali lipat," tutur dr Ario, dalam temu media Hari Jantung Sedunia di Wisma Harapan Kita Bidakara, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Baca juga: Pada Orang Obesitas, Sesak Napas Belum Tentu Gejala Penyakit Jantung

Penelitian soal risiko penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya pada anak yang obesitas sudah sering dilakukan. Salah satunya adalah anak yang obesitas berisiko 60 persen memiliki salah satu faktor risiko penyakit jantung saat dewasa.

Penelitian lainnya juga menyebut penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan penyakit jantung koroner lebih sering ditemukan pada pasien yang mengalami obesitas saat masih anak-anak. Belum lagi risiko penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan hipertensi yang juga memiliki komplikasi ke jantung.

Meski begitu, dr Ario mengatakan belum terlambat bagi orang tua untuk melakukan intervensi. Anak yang kelebihan berat badan jika dimotivasi untuk berolahraga teratur dan dijaga pola makannya bisa memiliki tubuh yang sehat dan risiko penyakit bisa berkurang.

Bagi orang dewasa yang kegemukan pun harapan masih ada. Dikatakan dr Ario, menurunkan lingkar pinggang dan berat badan di usia berapapun masih memiliki manfaat untuk mengurangi risiko penyakit jantung daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali.

"Perjalanan penyakit bisa dihentikan, misalnya saat anak-anak kegemukan tapi ketika sudah dewasa akhirnya mau olahraga dan jaga makan hingga berat badan normal, itu tetap ada pengaruhnya untuk pengurangan risiko penyakit. Jadi jangan putus asa," terangnya.

Baca juga: Pakar: Obesitas Bikin Malas Gerak, Malas Gerak Bikin Obesitas



(mrs/vit)