Senin, 09 Jan 2017 06:16 WIB

Anak Berkebutuhan Khusus Alami Pubertas, Ini yang Harus Diperhatikan Orang Tua

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Sama seperti anak lainnya, anak berkebutuhan khusus juga akan mengalami masa pubertas. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua.

dr Tri Gunadi, A.Md.OT., S.Psi dari Klinik Tumbuh Kembang Anak YAMET mengatakan secara biologis, anak berkebutuhan khusus tidak berbeda dengan anak pada umumnya. Mereka pasti mengalami fase pubertas saat menginjak usia 8 atau 9 tahun.

"Mereka puber juga, tapi belum tentu pemahaman konsep pubertas itu mereka ketahui. Misalnya pada anak perempuan yang pertama kali menstruasi, bisa saja mereka takut. 'Kok aku berdarah' atau pada laki-laki, 'kok aku ngompol lagi' ketika mengalami mimpi basah," tutur dr Gunadi dalam diskusi parenting class 'Mempersiapkan Anak Menghadapi Pubertas' yang diadakan oleh Indonesia Rare Disorder di Cinere Bellevue, Cinere, Depok.

Dijelaskan dr Gunadi, pubertas adalah proses aktifnya hormon seksual yang terjadi pada anak-anak saat akan menginjak remaja. Pada laki-laki, hormon yang aktif adalah testosteron sementara pada perempuan endrogen dan progesteron.

Nah pada anak berkebutuhan khusus, orang tua harus memberi perhatian lebih. Ketika anak menginjak usia 8 atau 9 tahun, ciri-ciri pubertas sudah mulai tampak.

dr Widya Eka Nugraha, seorang konselor genetik, mengatakan ciri primer pubertas adalah menstruasi pada anak perempuan, dan mimpi basah pada anak laki-laki. Ketika ciri primer belum tampak, orang tua perlu memerhatikan ciri sekunder yang sudah mulai muncul lebih dulu.

"Kalau pada anak laki-laki misalnya sudah ada jakun, suaranya mulai serak-serak basah. Sementara pada perempuan ini payudaranya mulai muncul dan tumbuh rambut-rambut halus," paparnya di acara yang sama.

Baca juga: Kisah Nurlina, Bidan yang Peduli Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Baik dr Gunadi maupun dr Eka mengatakan orang tua harus memberikan pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini agar anak, terutama anak berkebutuhan khusus, siap menjalani pubertas. Misalnya dengan memberikan pemahaman lewat gambar atau ilustrasi.

"Yang membedakan anak berkebutuhan khusus dengan anak normal adalah bagaimana mereka menerima pemahaman. Pada anak berkebutuhan khusus biasanya lebih lambat, tinggal bagaimana orang tuanya saja supaya anak bisa mengerti dengan baik," tutup dr Gunadi.

Baca juga: Saat si Kecil Berkata Tidak Punya Teman, Apa yang Orang Tua Rasakan?

Masalah lain yang dihadapi anak-anak di masa puber adalah rasa ingin tahunya yang besar. Bagaimana harus menyikapi anak yang ketahuan menonton video porno, simak di video ini:

(mrs/up)