Kamis, 09 Feb 2017 13:04 WIB

Pakar Gizi: Makan Gula Belum Tentu Bikin Anak Jadi Hiperaktif

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Gula sering dijadikan sebagai biang keladi pemicu hiperaktif pada anak-anak. Padahal nyatanya, informasi hoax ini sampai sekarang belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Hiperaktif adalah suatu kondisi di mana seorang anak mengalami peningkatan gerakan, energi, dan impulsif yang lebih tinggi. Karena ada beberapa kaitan antara konsumsi gula dan tingkat energi, hiperaktif pun jadi sering dikaitkan dengan konsumsi gula.

"Namun faktanya tidak ada bukti ilmiah yang telah membuktikan bahwa ada hubungannya antara mengonsumsi makanan bergula dan anak-anak hiperaktif," pungkas nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD kepada detikHealth.

Baca juga: The Rainbow Diet, Tren Diet Warna-warni untuk Tubuh Langsing dan Sehat

Menurut Jansen, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis atau bergula dapat meningkatkan asupan energi anak. Satu sendok makan gula mengandung sekitar 50 kalori sehingga akan meningkatkan aktivitas anak, karena gula dapat memasuki aliran darah dengan cepat dan menciptakan peningkatan kadar gula darah yang signifikan.

Tubuh anak akan merespons kenaikan gula darah dengan mengirimkan hormon adrenalin yang mempromosikan aktivitas. Oleh karena itu anak menjadi lebih aktif.

"Akan tetapi, gula rafinasi bukanlah satu-satunya makanan yang dapat meningkatkan tingkat aktivitas anak secara signifikan. Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana juga bisa memiliki efek yang sama pada tingkat aktivitas anak," pungkas Jansen.

Walaupun makanan manis tidak menjadi penyebab utama anak hiperaktif, namun orang tua juga perlu memahami bahwa gula adalah penyebab utama kerusakan gigi dan kegemukan atau obesitas pada anak.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis juga dapat menyebabkan anak menjadi malas makan, terutama buah-buahan dan sayuran karena sudah terbiasa makan yang manis. dr Asri Maharani, MS, PhD mengatakan sejak dini, anak sebaiknya dibiasakan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung gula. Ia mengingatkan, gula bukan hanya berasal dari gula seperti gula pasir, tapi juga makanan yang mengandung gula.

Dalam keseharian, anjuran maksimal konsumsi gula yakni 4 sdm per orang per hari. Apalagi, makanan tinggi gula umumnya mengandung kalori yang cukup banyak. Oleh karena itu tetap penting untuk membatasi jumlah asupan gula untuk makanan anak ya.

Baca juga: Sayuran Segar Vs Sayuran Beku, Mana yang Lebih Baik?


(ajg/vit)