Selasa, 21 Feb 2017 11:32 WIB

Adakah Pantangan Makan untuk Anak Pasca Dikemoterapi?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pasca menjalani kemoterapi, beberapa efek samping bisa dialami pasien kanker, termasuk anak-anak. Sebut saja mulut yang terasa hambar dan mual. Nah, setelah kemo sebenarnya adakah pantangan makan untuk anak?

"Pantangan makannya nggak ada. Kalau untuk mengatasi mual kan kita kasih obat anti mual," kata dr Edi Tehuteru SpA(K) dari RS Dharmais dalam temu media di Gedung Direktorat P2PTM Kemenkes RI, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Senin (20/2/2017).

dr Edi menambahkan, memang perlu dipahami bahwa pasca kemo anak bisa tidak doyan makan. Untuk itu, perlu dilakukan strategi seperti anak diberi makan sedikit tapi sering. dr Edi juga menekankan agar orang tua tidak marah-marah dengan anak karena memang perlu dipahami rasa pahit di mulut wajar mereka alami pasca dikemoterapi.

Baca juga: 'Perayaan' Kemoterapi Terakhir Bocah 6 Tahun yang Jadi Viral

"Karena jadi atrofi di lidah, rasa manis, asam, pahit nggak bisa dia rasa. Jadi kita katakan 'Oke aku tahu kamu makannya nggak nafsu tapi jangan nggak makan ya. Kamu harus tetap makan sedikit, tapi sering. Kamu nggak harus makan semangkok langsung habis kok'," kata dr Edi.

Lantas, bagaimana jika anak ingin makan fast food seperi burger atau ayam goreng? "Go. Nggak apa-apa. Boleh aja lagipula kan nggak tiap hari anak makan itu. Namanya anak-anak kan menyenangkan lidah mereka," kata dr Edi.

Hanya saja, khusus bagi pasien leukemia, disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Pasalnya, diibaratkan dr Edi, asam folat adalah pupuk sel leukemia. Maka dari itu, dr Edi menekankan pada orangtua jika ingin memberi sesuatu di luar dari apa yang diberi dokter, lapor dulu kepada dokter yang bersangkutan.

"Kadang ada yang nanya anaknya dikasih madu boleh nggak. Nah, kadang madu aja kan nggak madu murni, sudah difortifikasi, salah satunya bisa saja ada asam folat. Kalau ada, jangan dululah. Ibaratnya sel leukemia ini mau kita hajar malah dipupukin," papar dr Edi.

Baca juga: Narsis, Trik Ani Atasi Rasa Bosan dan Takut Saat Jalani Kemoterapi

(rdn/vit)