Seperti diungkapkan dr Marlyn Cecilia Malonda SpA dari RS Mayapada Tangerang, demam yang tidak boleh disepelekan adalah demam yang mencapai suhu lebih dari 40 derajat pada semua usia. Kemudian, jika usia anak di bawah usia 3 bulan, tanpa memandang keadaan anak secara umum.
"Lalu, usia 3 sampai 36 bulan dengan demam lebih dari atau sama dengan 39 celcius dan lebih dari 3 hari. Kemudian, anak dengan kejang demam, penyakit kronis seperti jantung, kanker, lupus, dan kelainan ginjal, kemudian anak dengan demam tinggi disertai ruam," tutur dr Marlyn.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Saat si Kecil Demam, Ini yang Baiknya Dilakukan Orang Tua
Karakteristik demam lain yang tidak bisa disepelekan yakni jika disertai gejala sulit bernapas, anak susah dibangunkan, bibir, lidah dan kuku tampak kebiruan, anak gelisah, dan menangis terus menerus serta tidak mau makan dan minum.
Menurut dr Marlyn, sering kali ditemui orang tua yang 'menahan' anak di rumah alias tidak membawanya ke dokter ketika anak demam. Alasannya, bisa karena orang tua khawatir dokter akan memberi antibiotik atau obat yang 'keras'.
"Padahal itu kan alarm. Memang biasanya jika demam tinggi kita bisa memikirkan infeksinya disebabkan oleh virus," kata dr Marlyn.
Ia menambahkan, suhu tubuh anak yang normal kurang lebih 36,5 sampai 37,3 derajat celcius. Jadi, anak dikategorikan demam berdasarkan literatur jika suhu tubuhnya 37,4-37,5 derajat celcius atau lebih.
Baca juga: Kurang Asupan ASI Bisa Picu Demam pada Bayi Baru Lahir?
(rdn/up)











































