Gunakan Video dan Televisi untuk Ajari Anak Bahasa Asing, Bolehkah?

Gunakan Video dan Televisi untuk Ajari Anak Bahasa Asing, Bolehkah?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 23 Feb 2017 19:02 WIB
Gunakan Video dan Televisi untuk Ajari Anak Bahasa Asing, Bolehkah?
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Supaya lebih mudah dan praktis, orang tua seringkali memilih untuk memberikan pelajaran bahasa asing untuk anaknya melalui video di YouTube ataupun acara televisi.

Menurut psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, hal ini sebenarnya tidak dianjurkan. Sebab komunikasi yang terjadi saat anak menonton televisi atau video hanya satu arah dan anak tidak akan mampu menyerap komunikasinya dengan baik.

"Studinya memang sebaiknya tidak dianjurkan mengajarkan bahasa pada anak melalui televisi, terutama usia di bawah 30 bulan," tutur Vera dalam talkshow 'Multilingual Sejak Dini, Kenapa Tidak?' yang diadakan di EF Center, FX Jakarta, Rabu (22/2/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ini Alasannya Anak Usia di Bawah 2 Tahun Tak Boleh Kenal Gadget

Namun jika anak sudah terlanjur diajarkan bahasa asing melalui media video atau acara televisi, maka langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan orang tua adalah mulai membatasi penggunaan gadget, termasuk smartphone atau televisi, pada anak. Mengapa demikian?

"Dengan gadget kan interaksi yang terjadi hanya satu arah, sementara proses belajar bahasa itu adalah proses yang seharusnya interaktif," imbuhnya.

Jika memang ingin memanfaatkan teknologi yang ada, maka perlu diingat bahwa orang tua harus selalu mendampingi. Anda juga dianjurkan untuk ikut berbicara dan menjelaskan pada anak. Dengan begitu, anak akan menjadi lebih memahami. Jika anak hanya dibiarkan sendirian bermain gadget, tentu stimulasinya tidak akan ada.

Yang pasti, Vera menyebutkan bahwa American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan penggunaan gadget untuk anak adalah satu sampai dua jam maksimal dalam sehari. Anak tetap harus dibiarkan bermain dengan keluarga dan teman-teman sebayanya, untuk belajar bersosialisasi.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Anak Mulai Diajari Bahasa Asing? Ini Kata Pakar

(ajg/up)

Berita Terkait