Rabu, 01 Mar 2017 11:59 WIB

Makanan 'Dimain-mainkan' Justru Bantu Anak Doyan Makan Sayur

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Orang tua mana yang tak kesal bahkan 'naik pitam' ketika melihat buah hatinya 'memain-mainkan' makanan mereka. Ini biasanya menunjukkan bahwa si anak cenderung susah makan.

Kendati demikian, sebuah studi baru yang dilakukan De Montfort University, Leicester mengungkap, anak yang diperbolehkan mengacak-acak makanannya justru lebih mudah diminta makan sayuran dan buah.

Menurut peneliti, kunci untuk membuat anak-anak mau makan sayur dan buah adalah tidak menekan mereka untuk melakukannya. Trik berikutnya adalah membiarkan mereka 'bermain' terlebih dahulu.

Percobaan dilakukan terhadap 62 anak usia prasekolah berusia 3-4 tahun di sekitaran Northampton, Inggris. Masing-masing orang tua mereka juga diminta mencatat jenis dan jumlah sayur dan buah yang dikonsumsi anak beberapa pekan sebelum percobaan.

Setelah itu, sebagian anak kemudian diberi semangkuk sayur dan buah berisi brokoli, wortel, bayam, pisang, lobak, kacang hijau, jeruk, lemon, mentimun, tomat dan bluberi.

Anak-anak ini lantas diminta meniru gambar-gambar yang ada dalam sebuah buku anak berjudul The Very Hungry Caterpillar dengan menggunakan bahan-bahan yang ada tadi. Mereka diberi kebebasan berkreasi, termasuk untuk mengubah bentuk bahannya jika dibutuhkan.

Sebagian lagi dibiarkan bermain dengan pompom, busa, bulu dan glitter. Hasilnya, mereka yang pernah bermain-main dengan buah dan sayur yang disediakan cenderung ingin mencoba memakannya ketimbang yang tidak memainkannya.

Baca juga: Begini Cara Latih Anak Agar Doyan Makan Sayur

Percobaan ini sesuai dengan hipotesis peneliti bahwa kunci untuk mendorong anak agar mau makan buah dan sayur bukanlah meminta mereka mencicipi rasanya, tetapi dengan memegangnya secara langsung.

'Permainan sensorik' inilah yang kemudian membuat anak tak lagi melihat sayur dan buah yang selama ini dibencinya sebagai makanan yang tidak enak atau pahit. Demikian seperti dilaporkan dmu.ac.uk.

Bahkan anak-anak yang sempat bermain-main dengan buah dan sayur tadi tak lagi perlu didorong, apalagi dipaksa untuk memakannya. Secara alami mereka mengonsumsi bahan-bahan makanan tersebut sesaat selepas percobaan.

"Mereka diberi waktu untuk menjadikan bahan-bahan ini terasa familiar, apalagi jika yang diperkenalkan adalah bahan makanan yang tak lazim, seperti delima dan kiwi," kata peneliti dalam laporan yang dipublikasikan jurnal Appetite.

Karena jarang melihat dan memakannya dalam kehidupan sehari-hari, maka ketika anak diperbolehkan 'memainkannya', keinginan si anak untuk memakannya akan jauh lebih besar.

Baca juga: Saat Balita Suka Sayur Tapi Tidak Ketika Remaja, Apa yang Salah?

Cara lain yang disebut dalam studi yang dilakukan University of Minnesota School of Public Health untuk melatih anak doyan makan sayur dan buah adalah memberikan contoh saat makan bersama dan mempermudah anak untuk menjangkau buah dan sayuran yang ada, tentu saja yang sudah siap dimakan. (lll/vit)