Sabtu, 18 Mar 2017 20:46 WIB

Pentingnya Terapi Sejak Dini pada Anak Berkebutuhan Khusus

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Ilustrasi ibu dan anaknya yang berkebutuhan khusus (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Setiap anak tentu memiliki masalah yang berbeda-beda, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Nah, salah satu cara mengatasi masalah pada ABK adalah terapi.

Psikolog Rosdiana Setyaningrum MPsi, MPHEd mengatakan terapi merupakan perawatan standar yang diberikan pada anak berkebutuhan khusus guna mengoptimalkan kemampuannya. Terapinya pun bermacam-macam sesuai kebutuhan si kecil.

"Misalnya terapi untuk sensorik atau wicara itu beda-beda tergantung kebutuhan anaknya," kata wanita yang akrab disapa Diana ini kepada detikHealth di sela-sela konferensi pers peluncuran App Spokle di Mercure Hotel, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Baca juga: Cerita Anak Berkursi Roda yang Dapat Bantuan 'Jalan' dari Sopir Bus

Lebih lanjut, Diana mengatakan terapi sebaiknya dilakukan sedini mungkin ketika orang tua mengetahui anak memiliki gangguan. Sebab, otak anak memiliki perkembangan yang pesat hingga usia lima tahun.

Diana juga menjelaskan, terapi tidak bisa dilakukan tanpa berkelanjutan misalnya berhenti di tengah-tengah terapi. Sebab hal tersebut dapat menurunkan kemampuan sang anak.

Lantas, kapan anak dapat berhenti melakukan terapi? Menurut Diana, terapi bisa dihentikan jika anak sudah memiliki kemampuan sensoris yang baik, misalnya dalam hal keseimbangan.

"Sebelum berhenti orang tua juga perlu maintenance beberapa saat biar yakin anak sudah bisa. Tapi sebaiknya tanyakan ke ahlinya juga sebelum berhenti," pungkas Diana.

Baca juga: Kursi Bola Tenis Buatan Bu Guru untuk Murid dengan Masalah Sensori

(vit/vit)