Senin, 22 Mei 2017 08:32 WIB

Anak yang Makan Sayur Tiap Hari Cenderung Bagus Nilai Sekolahnya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Anak-anak memang biasanya susah jika disuruh makan sayur. Tetapi tak ada salahnya jika orang tua memaksa mereka untuk melakukannya. Kok begitu?

Penelitian terbaru dari Newcastle University, Australia menemukan, anak yang makan malam dengan sayur tiap hari memiliki nilai akademik yang lebih baik dibandingkan yang tidak.

Peneliti mendasarkan laporan konsumsi sayur anak dengan menanyai orang tua mereka. Partisipan anak yang diikutsertakan dalam studi ini berjumlah lebih dari 4.200 anak dengan kisaran usia 8-15 tahun.

Yang membedakan studi ini dengan studi tentang kebiasaan makan sayur pada anak lainnya adalah studi ini mencoba mengamati kebiasaan makan sayur anak saat makan malam, sedangkan biasanya studi semacam ini mengambil setting makan pagi.

Nyatanya, anak-anak yang tiap malam makan sayur ini memiliki nilai 86 poin lebih tinggi, utamanya saat peneliti meminta mereka mengikuti tes seperti mengeja, membaca dan berhitung, dengan skor tertinggi didapat pada tes mengeja dan menulis.

Sebaliknya, konsumsi minuman bersoda pada anak membuat performa akademis mereka memburuk drastis. Terbukti pada anak yang menurut orang tuanya minum sedikitnya 4 gelas soda atau minuman berpemanis buatan dalam sehari memiliki nilai akademis 46 poin lebih rendah daripada yang minum kurang dari segelas.

Baca juga: Alasan Anak Lebih Sulit Makan Buah dan Sayur

Menurut peneliti, ini karena sayur-sayuran kaya akan antioksidan yang berdampak positif terhadap DNA sel tubuh mereka dan perkembangan otaknya. Demikian seperti dilaporkan Daily Mail.

Berkebalikan dengan manfaat sayuran, karbohidrat refinasi dalam soda terbukti dapat mengurangi volume otak, tak terkecuali bagian hippocampus-nya yang berperan penting dalam menjaga daya ingat anak.

Selain sayur, anak yang makan dua buah dalam sehari juga mempunyai nilai tes membaca yang lebih tinggi daripada yang tidak makan buah sama sekali. Buah memang dikenal memiliki kandungan manfaat yang mirip-mirip dengan sayur.

"Tidak hanya karena kandungannya, tetapi mungkin ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tuanya, di mana orang tua berpendidikan tinggi cenderung memberikan makanan sehat sekaligus bisa membantu mereka belajar atau mengerjakan PR," kata ketua tim peneliti, Tracy Burrows.

Baca juga: Agar Terbiasa Makan Sayur, Ini 4 Trik yang Bisa Dilakukan

(lll/vit)