"Memberi air pada bayi (di bawah enam bulan) berisiko diare atau malnutrisi. Air bisa jadi tidak bersih sehingga bisa menyebabkan bayi terkena infeksi," begitu penjelasan Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa Bangsa, World Health Organization (WHO), di situsnya dan ditulis pada Senin (13/7/2015).
Dengan memberikan air sebagai minuman kepada bayi yang masih terlalu kecil, bisa membuatnya minum lebih sedikit ASI. Bahkan yang lebih parah bisa membuat bayi enggan menyusu pada ibunya lebih dini. Inilah yang menyebabkan bayi-bayi tersebut mengalami malnutrisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bayi 10 Minggu Meninggal, Diduga karena Diberi ASI Campur Air
ASI sendiri sudah mengandung lebih dari 80 persen air, khususnya pada ASI yang keluar di waktu awal menyusui. Sehingga hanya dengan ASI saja, dahaga bayi akan teratasi. Jadi meskipun cuaca sedang terik, tidak perlu anda tambahkan air minum untuk bayi di bawah 6 bulan. Cukup ASI saja. Tak cuma itu, ASI juga akan mencegah infeksi pada bayi dan membantunya tumbuh optimal.
"Inilah salah satu alasan WHO merekomendasikan agar anak-anak mendapat ASI secara eksklusif di enam bulan pertama hidupnya," tegas WHO.
"Ketika menyusui, ibu memberikan air yang diperlukan bayinya, selain memberikan 'air yang aman' juga melindungi bayinya dari diare," imbuh WHO.
Baca juga: Bayi Masih ASI Ekslusif, Bolehkah Minum Obat Dicampur Air Putih?
(vit/rdn)
