Peneliti menganalisis data lebih dari 1.000 orang gadis remaja berusia 17 tahun di Australia yang telah diikuti sejak lahir. Tujuannya adalah untuk mencari tahu apakah bobot lahir dan jumlah lemak tubuh saat bayi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit di masa depan seperti obesitas, resistensi insulin dan tekanan darah tinggi.
Penelitian menemukan bahwa bayi perempuan yang bobot lahirnya tinggi banyak yang tumbuh menjadi gadis remaja dengan lingkar pinggang yang besar, tingkat gula darah yang tinggi, menyimpan lemak tubuh lebih banyak dan lebih rendah kadar 'kolesterol baik' dalam darahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang terjadi pada bayi di dalam kandungan mempengaruhi penyakit jantung di masa depan dan risiko diabetes ketika anak tumbuh dewasa. Kami menemukan bahwa bayi perempuan sangat rentan terhadap risiko ini. Perempuan yang beresiko tinggi mengalami obesitas dan diabetes pada usia 17 tahun telah mengalami peningkatan gejala obesitas sejak usia 12 bulan," kata peneliti, Dr Rae-Chi Huang dari University of Western Australia di Perth seperti dilansir HealthDay, Jumat (30/3/2012).
Saat ini, terjadi peningkatan jumlah wanita hamil yang menderita obesitas dan diabetes gestasional di negara-negara Barat. Kecenderungan ini bisa menyebabkan peningkatan jumlah bayi perempuan yang mengalami kelebihan berat badan.
"Temuan kami dapat diterjemahkan sebagai pesan kesehatan kepada masyarakat yang ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu dan langkah-langkah awal mencegah obesitas dan konsekuensinya," kata Huang.
Meskipun penelitian Huang menunjukkan adanya hubungan antara obesitas semasa bayi dengan meningkatnya risiko diabetes dan penyakit jantung saat dewasa, temuannya ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.










































