Selasa, 02 Jul 2013 11:30 WIB

Ini yang Harus Dilakukan Jika Bayi Anda Kelebihan Berat Badan

- detikHealth
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Anak atau bayi yang chubby memang menggemaskan. Tapi dengan adanya epidemi kegemukan yang banyak menyerang anak-anak belakangan ini, orang tua zaman sekarang harus memberikan perhatian ekstra jika bayinya memiliki berat badan ekstra.

Diperkirakan satu dari tiga anak diketahui mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, bahkan sebelum si bayi mulai belajar berjalan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Health Promotion mengatakan bahwa sepertiga anak berusia 9 bulan berisiko obesitas atau sudah mengalaminya.

Jadi jika bayi Anda memiliki berat badan ekstra, apakah itu lemak bayi atau lebih dari itu? Menurut Dr. Dyan Hes, Direktur Medis Gramercy Pediatrics di New York City, ada sejumlah alasan mengapa seorang bayi bisa kelebihan berat badan.

Ada bayi yang kelebihan berat badan tapi menjadi langsing ketika beranjak menjadi anak-anak, tapi ada juga bayi yang terlahir gemuk sampai dewasa. "Jika Anda terlahir dengan berat 4,5 kilogram maka kemungkinan besar seumur hidup Anda akan memiliki berat badan berlebih," kata Hes.

Apalagi jika satu atau kedua orang tuanya obesitas, maka bisa jadi anak-anaknya juga akan mengalami kondisi yang sama. "Terlepas hal ini karena faktor genetik atau gaya hidup, ini sulit ditentukan. Tapi biasanya ini karena kombinasi keduanya," tambahnya.

Ibu yang menderita diabetes gestasional (diabetes saat hamil) juga cenderung melahirkan bayi dengan berat badan berlebih dan memiliki anak yang kelebihan berat badan. Bahkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care mengungkapkan 31 persen anak yang ibunya mengidap diabetes gestasional akan mengalami obesitas di usia 11 tahun.

Bagi para orang tua yang mengkhawatirkan berat badan bayi atau anak balitanya, ini beberapa hal yang dapat dilakukan seperti halnya dikutip dari Foxnews, Selasa (2/7/2013):

1. Berkonsultasi dengan dokter
Dokter anak dapat mengamati chart pertumbuhan anak Anda untuk memastikan apakah pertambahan berat badan yang dialami anak Anda konsisten atau tidak. Sesi ini juga bisa Anda manfaatkan untuk membicarakan tentang pola makan dan aktivitas si anak.

2. Menyusui
"Menyusui adalah salah satu bentuk proteksi melawan obesitas, apalagi bayi-bayi yang diberi makan dengan susu formula justru seringkali diberi makan secara berlebihan," ucap Hes.

3. Mulai memberi makanan cair di saat yang tepat
Kendati dokter anak merekomendasikan pengenalan makanan cair ketika bayi telah berusia 4-6 bulan, namun ternyata 40 persen telah melakukannya lebih dini. Hal ini diungkapkan sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.

Padahal studi lain yang dilakukan American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa bayi yang diberi minum susu formula lebih dini dari usia seharusnya memiliki kecenderungan yang lebih signifikan untuk mengalami obesitas ketika usianya menginjak tiga tahun.

Para pakar pun sepakat ketika memutuskan apakah si bayi siap diberi makanan cair atau tidak, penting bagi orangtua untuk mencari tanda-tanda kesiapan dulu dari bayinya. "Saya kira ada latar belakang kultural bahwa orangtua perlu segera memberi anak mereka makanan cair, tapi sebenarnya secara medis mereka mungkin belum siap," tandas Hes.

4. Memilih makanan sehat
"Baik bayi maupun anak-anak perlu diberi makan dengan cara yang sama. Jadi si kecil yang kelebihan berat badan pun tak perlu disuruh diet," ujar Melinda Johnson, seorang pakar diet teregistrasi dan jubir Academy of Nutrition and Dietetics.

"Alih-alih begitu, pastikan saja anak Anda mendapatkan asupan buah dan sayuran yang rutin, termasuk protein dan gandum utuh. Kurangi juga makanan dari restoran, makanan cepat saji dan makanan olahan," tambahnya.

5. Mengadaptasi perilaku sehat
"Pada tahapan ini, anak memang tengah belajar kapan waktunya makan sesuai dengan jam biologis tubuhnya atau merespons rasa laparnya. Tapi pada waktu yang sama saat inilah orang tua terlalu pushy atau memaksakan sesuatu dan akhirnya pola makan jadi berantakan," kata Johnson.

Terkadang orangtua juga mengambil piring anak mereka ketika anak-anaknya masih merasa lapar, padahal hal ini bisa membuat anak jadi suka mencari-cari makanan yang juga bisa menyebabkan obesitas.

Selain itu, menurut Johnson, membiarkan anak makan saat ia merasa bosan, sedih atau marah bukanlah pendekatan yang baik. "Ini adalah waktu yang sangat penting untuk mengajari anak bagaimana menghargai rasa lapar yang mereka rasakan, bagaimana makan hanya di saat mereka lapar dan bagaimana menghentikannya ketika mereka merasa kenyang," tambahnya.

5. Banyak bergerak
Anak-anak biasanya suka berlarian, bermain atau berlompatan kesana-kemari. Hal ini memudahkan orang tua jika mereka membuat olahraga sebagai bagian dari rutinitas harian anaknya demi menciptakan gaya hidup yang sehat dan aktif.

Jadi matikan TV dan ajak si kecil ke taman, kelas senam atau kolam renang agar mereka banyak bergerak.





(vit/vit)