Nasi Vs Ketupat, Mana yang Lebih Bikin Gemuk? Ini Kata Dokter

Nasi Vs Ketupat, Mana yang Lebih Bikin Gemuk? Ini Kata Dokter

detikHealth
Jumat, 20 Mar 2026 03:03 WIB
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Ditulis oleh:
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Sarjana peternakan dari IPB University dengan peminatan pada nutrition and feed technology. Saat ini merupakan peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penulis artikel gaya hidup
Ketupat (Rice Dumpling) on gray wall background. Ketupat is a natural rice casing made from young coconut leaves for cooking rice during eid Mubarak. Copy space for text card design.
Ketupat. Foto: Getty Images/Galeh Nur Wihantara
Jakarta -

Ketupat menjadi ikon kuliner yang tak bisa dilepaskan dari tradisi lebaran di Indonesia. Sama-sama terbuat dari beras, makanan ini diproses dengan cara berbeda dibanding nasi.

Jika nasi dimasak begitu saja dengan air dan dipanaskan, ketupat lebih dulu dipadatkan dengan selongsong dari janur atau daun kelapa dan dimasak lebih lama. Hasilnya, teksturnya juga berbeda.

Pertanyaan yang kerap muncul dalam keseharian adalah: di antara keduanya, nasi dan ketupat, mana yang lebih bikin gemuk?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Jawabannya tentu tidak sesimpel itu. Ada banyak faktor yang menentukan pengaruhnya terhadap berat badan, terlebih antara nasi dan ketupat umumnya disantap bersama hidangan yang beraneka ragam.

Dalam perbincangan dengan detikcom, praktisi kesehatan dr M Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K menilai tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Bagaimanapun, keduanya dibuat dari beras dengan kandungan nutrisi yang juga sama.

"Sama saja," kata dr Vardian.

"Dari total kalorinya, karbonya, dan lain sebagainya, juga sama saja," tegasnya, ditemui di Jakarta baru-baru ini.



Sementara itu, dari sudut pandang gizi klinis, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) menyoroti perbedaan cara pengolahan di antara keduanya. Ketupat, menurutnya diproses dengan pemanasan lebih lama sehingga berpengaruh pada respons tubuh dalam mencerna manakan.

Menurut dr Oki, jika dilihat dari poses pengolahannya, nasi tidak melalui proses-proses tambahan seperti halnya ketupat. "Pasti mending nasi, karena kan ketupat makanan olahan ya," katanya.

Namun begitu, ia juga mengingatkan bahwa berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh sumber karbohidrat baik nasi maupun ketupat. Saat lebaran, keduanya selalu disantap dengan makanan lain, yang umumnya tinggi lemak dan santan.

Dengan kata lain, baik nasi maupun ketupat tetap bisa dikonsumsi, tetapi keseimbangan menu dan kontrol porsi tetap menjadi kunci utama.

Punya pendapat soal ini? Tuliskan di komentar ya, dan nantikan ulasan lebih lengkapnya di detikHealth.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Polemik Porsi Nasi Saat Sahur, Bikin Awet Kenyang atau Justru Cepat Lemas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Pantang Menggendut usai Lebaran
9 Konten
Beragam makanan enak saat lebaran merupakan godaan yang sulit dihindari. Memang tidak serta merta bikin gendut hanya dalam 1-2 hari, hanya saja ada risiko keenakan terus berlanjut. Akibatnya, jadi 'lebaran' setelah lebaran.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads