"Bayi itu memorinya sangat tinggi, bahkan melebihi memori gadget-gadget masa kini. Oleh sebab itu, indra perasanya akan kesulitan mengingat rasa-rasa tersebut jika dicampur," ujar dr M. Tatang Puspanjono, SpA, dokter spesialis anak RS Siloam.
Hal tersebut disampaikan dr Tatang dalam acara talkshow Philips Avent: Mom's Journey, yang diselenggarakan di F Cone FX, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Sabtu (14/9/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sependapat dengan dr Tatang, hal yang sama juga disampaikan oleh Sugeng Eko Irianto, ahli nutrisi dari WHO-Indonesia, menurutnya saat mengenalkan makanan pertama pada bayi sebaiknya jangan dicampur. Termasuk saat memberikan buah pada bayi.
"Jangan dicampur misalnya memberi jeruk dengan pepaya, nanti bayinya bingung, dia tidak bisa mengingat dengan pasti seperti apa rasa jeruk dan pepaya yang sebenarnya," ungkap Sugeng.
Sugeng tak melarang jika ibu memang ingin mengenalkan berbagai macam variasi rasa dalam makanan bayinya, hanya saja pemberiannya tetap harus dipisah dan jangan dicampur.
"Misalnya mau memberi bubur dengan bayam, hati, dan wortel, boleh saja. Tapi dipisah-pisah dan diberi satu persatu saat menyuapi bayi. Yang penting jangan dicampur menjadi satu saat proses pembuatannya," tutur Sugeng.
(/)











































