Baik Holy Flynn, maupun suaminya, Phill Parrott begitu bahagia ketika mengetahui mereka akan memiliki seorang bayi. Semuanya tampak baik-baik saja hingga Holy melakukan pemeriksaan kehamilan di usia kandungan 20 minggu
Wanita berusia 25 tahun itu terkejut setengah mati saat diberitahu bahwa calon bayinya bermasalah. "Kami diberitahu bahwa ada kemungkinan kami mungkin takkan bisa pulang bersamanya," tutur Holy.
Baca juga: Dokter di Tiongkok Sukses Angkat Kembar Parasit dari Perut Bayi Ini
Bagaimana tidak, sang buah hati mengalami cacat langka yang disebut dengan 'congenital diaphragmatic hernia'. Kondisi ini mengakibatkan perut dan usus bayi Holy berada di tempat yang salah, yaitu naik hingga ke dada. Akibatnya organ-organ tersebut menekan paru-paru mungilnya.
Untuk itu dokter terpaksa mengatakan bahwa bayi mereka hanya memiliki kesempatan hidup sebesar 50 persen saja. Bahkan ia menyarankan agar bayi ini diaborsi di usia kehamilan 22 minggu. Namun Holy dan suaminya, Phil Parrott (32) enggan melakukannya.
"Kami memutuskan untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk," lanjut Holy. Wanita ini lantas diinduksi di Liverpool Women's Hospital pada 23 Februari lalu, dan ditangani oleh 10 dokter sekaligus berikut tim mereka.
Penny Parrott lahir dengan selamat, namun paru-paru bayi perempuan ini hanya berfungsi sebagian. Ia bahkan kesulitan untuk bernapas. Sesaat setelah lahir, ia langsung dipasangi ventilator dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Tak lama kemudian, Penny dipindahkan ke Alder Hey Children's Hospital untuk dioperasi. Dalam operasi yang berlangsung selama empat jam itu, dokter berhasil memindahkan organ-organ yang naik ke rongga dadanya itu agar berada di posisi normal. Dengan begitu paru-paru Penny mempunyai ruang untuk tumbuh.
Setelah kira-kira 28 hari di rumah sakit, Penny akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah mereka di Manley, Cheshire. "Berat badannya terus bertambah, dan ia terlihat begitu bahagia. Mungkin ia tak menyadari apa yang telah ia lalui," kata Holy bangga.
Baca juga: Jangan Khawatir, Bayi Gumoh Wajar Saja Selama Bobotnya Bertambah
Seperti dikutip dari cdhuk.org.uk, Selasa (9/6/2015), congenital diaphragmatic hernia (CDH) hanya terjadi pada satu dari 2.500 kelahiran. Penyebabnya diafragma seorang bayi tak dapat terbentuk sempurna atau bahkan gagal terbentuk saat masih dalam kandungan, karena perut berikut isinya naik ke rongga dada.
(lll/vit)











































