Senin, 28 Sep 2015 20:07 WIB

Ganti Baju Si Kecil Sebelum Tidur, Wajib Nggak Ya?

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Mengganti baju si kecil sebelum tidur dikatakan sebagian ibu merupakan kewajiban. Sementara sebagian lainnya mengatakan hal ini hanya pekerjaan merepotkan karena baju anak tidak kotor dan masih bersih.

dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan bahwa mau mengganti baju anak sebelum tidur atau tidak tergantung masing-masing ibu. Hal ini tidak terlalu ada hubungannya dengan kesehatan anak.

Baca juga: Soal Cium-cium Bayi Bisa Tularkan Penyakit, Ini Reaksi Para Ibu

"Tergantung ya. Kalau memang baju masih bersih, tidak diganti pun tidak apa-apa. Kalau sudah kotor dan tidak nyaman dipakai anak, sebaiknya ganti," tutur dr Meta kepada detikHealth, Senin (28/9/2015).

Mengganti baju sebelum tidur sendiri sebenarnya berpengaruh terhadap kenyamanan tidur si bayi. Dikhawatirkan karena cuaca atau aktivitas membuat bayi berkeringat dan bajunya basah sehingga terasa tidak nyaman.

Selain karena alasan kenyamanan, dr Meta mengatakan mengganti baju bayi sebelum tidur memiliki manfaat lain. Mengganti baju bayi dengan piyama sebelum tidur akan membuatnya peka terhadap ritual sebelum tidur.

"Rutin memakaikan anak piyama juga bisa dijadikan salah satu kebiasaan atau rutinitas tidur, supaya anak tidak sulit tidur malam," paparnya lagi.

Ritual sebelum tidur dapat berguna sebagai petunjuk bagi anak bahwa saat ini sudah masuk waktu tidur. Dengan begitu, anak tidak akan mudah rewel dan mereka pun lebih mudah terlelap.

Baca juga: Studi: Banyak Ibu Baru yang Salah Paham Soal Keselamatan Tidur Bayi

Namun jika anak memang sering terbangun di malam hari, dr M Tatang Puspanjono, SpA dari RS Pondok Indah mengatakan bahwa cara paling tepat tentu saja dengan membuat jadwal tidur anak.

"Pada jam-jam berapa biasanya ia ingin tidur dan ingin bermain, dari situ lambat laun Anda akan mengetahui pola tidurnya. Namun jika si bayi tetap terjaga di malam hari, sebaiknya jangan mengajaknya untuk bermain dan orang tua bisa tetap berpura-pura tertidur," tutur dr Tatang beberapa waktu lalu.

(mrs/vit)