Dari hasil penelitian yang dilakukan Cambridge University terhadap 450.000 partisipan asal Inggris terungkap bahwa anak-anak yang lahir di musim panas cenderung tumbuh lebih kuat dan lebih tinggi.
Selain musim panas, para ibu yang mengandung di musim semi juga akan merasakan manfaat yang sama mengingat di kedua musim tersebut terdapat paparan sinar matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan peneliti berkesimpulan, mereka berisiko lebih kecil untuk memiliki postur tubuh yang pendek, yaitu di bawah 10 persen saja. Sebaliknya, anak-anak yang lahir di bulan Desember, misalkan, rata-rata lebih pendek 3 milimeter daripada mereka yang lahir di bulan Juni dengan usia yang sama.
Baca juga: Bulan Awal Kehamilan Berhubungan dengan Kondisi Kesehatan Tulang Anak Lho
Masih dari studi yang sama juga ditemukan bahwa gadis-gadis yang lahir di musim panas cenderung memasuki masa puber lebih lambat dari teman-teman sebayanya yang lahir di musim lain. Masa puber yang sesuai jadwal merupakan indikasi kondisi kesehatan yang lebih baik saat beranjak dewasa. Sebaliknya mereka yang puber lebih cepat rentan terserang penyakit jantung maupun diabetes.
"Kami terkejut sekaligus puas karena dapat memastikan bahwa bulan kelahiran bisa memberikan efek langsung pada perkembangan anak berikut kesehatannya kelak," terangnya seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (16/10/2015).
Peneliti percaya perbedaan ini semata karena paparan sinar matahari yang didapat sang ibu saat berbadan dua. Mereka yang mengandung di musim panas maupun semi akan menyerap lebih banyak vitamin D dari sinar matahari, terutama di trimester kedua dan ketiga.
Seperti kita tahu, vitamin D sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan ditengarai mampu melindungi seseorang dari sejumlah penyakit seperti diabetes tipe 1, kanker, serta multiple sclerosis.
"Sayangnya kami belum tahu mekanisme seperti apa yang dapat menjelaskan pola ini. Yang pasti kami meyakini bahwa paparan vitamin D itu memang penting," tutupnya.
Dari studi sebelumnya juga terungkap mereka yang lahir di bulan November berpeluang lebih kecil terkena multiple sclerosis ketimbang mereka yang lahir di bulan Mei. Ini lagi-lagi dikaitkan dengan paparan vitamin D yang didapat sang ibu ketika mengandung.
Meskipun hanya mengamati perkembangan anak di negara 4 musim, bila dilihat dari kesimpulannya, tidak menutup kemungkinan bila anak-anak yang tinggal di negara dengan dua musim seperti Indonesia akan lebih diuntungkan kesehatannya mengingat paparan vitamin D yang didapat cukup besar.
Namun di Afrika, ibu yang hamil di musim panas yang panjang justru menghasilkan bayi yang berat lahirnya rendah. Sejauh ini belum ada penelitian yang dapat memastikan berapa banyak paparan vitamin D yang ideal untuk ibu hamil dan bayinya.
Baca juga: Iklim Berubah, Berat Lahir Bayi di Afrika Ikut Drop (lll/up)











































