Sebuah penelitian terbaru dari Imperial College London mengungkap, bayi-bayi Inggris yang lahir di akhir pekan berpeluang lebih besar untuk meninggal atau mengalami komplikasi serius.
Fakta ini diperoleh peneliti setelah mengamati lebih dari 1,3 juta kelahiran yang terjadi dalam kurun 2010-2012 saja. Peneliti juga mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia ibu saat bersalin dan berapa banyak operasi caesar yang dilakukan di akhir pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cedera pada bayi juga enam persen lebih tinggi dilaporkan saat persalinan di akhir pekan. Jenis cederanya pun beragam, mulai dari yang ringan seperti lecet hingga kerusakan otak.
Bahkan bila dibandingkan dengan angka kematian bayi di hari Kamis, yang tercatat sebagai hari di mana angka kematian bayi paling tinggi sepanjang hari kerja, kematian bayi di akhir pekan juga lebih tinggi.
Baca juga: Penting! Ini Alasan Seprai Harus Diganti Minimal Seminggu Sekali
Sayangnya peneliti tidak dapat mengidentifikasi penyebab dari tingginya risiko ini, kendati awalnya peneliti menuding ini disebabkan kurangnya jumlah dokter konsultan yang berjaga di akhir pekan.
"Tapi tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan staf, karena kami tidak melihat jumlah bidan atau petugas pendukung lainnya sebagai bahan pertimbangan," tandas ketua tim peneliti, Dr William Palmer seperti dikutip dari BBC, Jumat (27/11/2015).
Meskipun angkanya terlihat kecil, peneliti juga mengatakan, kondisi ini tidak dapat disepelekan karena menunjukkan buruknya standar pelayanan rumah sakit di akhir pekan.
Padahal bila layanan kesehatan yang diberikan di akhir pekan disamakan standarnya dengan hari Selasa, atau hari di mana angka kematian bayinya paling rendah sepanjang hari kerja, maka angka kematian bayi di Inggris bisa berkurang sebanyak 770 kasus tiap tahunnya.
Baca juga: Masuk RS Akhir Pekan Bisa Jadi Lebih Fatal dari Hari Biasa (lll/vit)











































