"Pada bayi baru lahir dapat terjadi cerebral hipoxia akibat proses persalinan atau kondisi pasca persalinan yang menyebabkan otak kekurangan oksigen," terang dr Rizaldi Pinzon, SpS dari RS Bethesda Yogyakarta, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (30/11/2015).
"Pada otak yang baru berkembang pada umumnya berakibat fatal dan menimbulkan kecacatan, cerebral palsy," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila kondisi hipoxia berlangsung lama, lanjut dr Pinzon, selain dapat mengakibatkan kecacatan, juga terjadi kerusakan otak yang bersifat permanen, bahkan kematian. Nah, penanganan cerebral hypoxia ditujukan untuk mengembalikan pasokan oksigen yang memadai ke otak.
"Bila penyebab karena kadar oksigen yang rendah maka pasokan oksigen diperbaiki. Ventilasi atau bantuan napas mekanik atau dengan mesin seringkali diperlukan," ucap dr Pinzon.
Pengobatan yang spesifik, tambah dr Pinzon, disesuaikan dengan penyebab. Misalnya pada kasus gangguan irama jantung, maka penanganannya yang utama adalah dengan menetralkan irama jantung yang tidak teratur.
Menurut dr Pinzon, kurangnya pasokan pasokan oksigen juga bisa diakibatkan gangguan pembuluh darah otak, misalnya akibat stroke, gangguan pasokan dari jantung lantaran henti jantung atau gangguan irama jantung berat.
Baca juga: Serangan Hipoksia, Saat Oksigen di Pesawat Menipis karena Ketinggian
Penyebab lainnya kadar oksigen darah yang sangat rendah, misalnya karena keracunan asap atau karbon monoksida, pasokan oksigen secara umum terganggu karena gangguan jalan napas atau tercekik.Selain itu karena berada di tempat dengan kadar oksigen yang rendah, misalnya ketinggian.
"Penyakit paru, kelemahan otot napas misalnya ALS, miopati, miasthenia juga bisa. Juga karena tenggelam dan keracunan obat," terang dr Pinzon.
(vit/up)











































