Dengan kondisi otot yang demikian studi hanya menyimpulkan bahwa anak yang dulu lahir prematur bisa dianggap kurang fit. Dengan informasi tersebut diharapkan masalah jangka panjang yang mungkin bisa muncul seperti gangguan motorik, penglihatan, pendengaran, dan kognitif dapat cepat diidentifikasi. Demikian seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/1/2016).
Tes yang dilakukan pada 738 orang dengan rata-rata usia 23 tahun menunjukkan mereka yang dulu lahir prematur skor push-upnya lebih rendah satu poin dibandingkan mereka yang lahir normal. Ini artinya bila pada partisipan laki-laki yang lahir normal mereka bisa push-up sebanyak 14 kali selama 40 detik, maka partisipan dari kelompok yang lahir prematur rata-rata hanya mampu push-up 13 kali dalam waktu yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu peneliti dr Marjaana Tikanmaki dari University of Oulu mengatakan otot anak prematur memang lebih lemah tapi hal yang sama tak ditemukan pada kebugaran kardio di mana otot jantung memegang peran. dr Marjaana mengatakan dalam laporannya di jurnal Pediatrics bahwa kemungkinan tes yang mereka lakukan kurang sensitif untuk menunjukkan perbedaan pada kemampuan kardio antar kelompok.
Meskid demikian studi yang dilakukan oleh peneliti Finlandia tersebut telah berhasil menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak kecil melihat ada pengaruh secara keseluruhan pada otot anak yang lahir prematur.
"Temuan ini semakin mendukung upaya untuk mengurangi obesitas dan meningkatkan kebugaran fisik sejak anak-anak. Meski memang setiap rekomendasi khusus mengenai olahraga harus ditentukan secara individual dan hanya dilakukan setelah konseling," ujar peneliti lainnya dari Harvard Medical School, dr Ravi Shah mengomentari studi.
Baca juga: Waspada! Ibu Hamil dengan Infeksi Mulut Berisiko Lahirkan Bayi Prematur (fds/up)











































