Dokter: Ibu-ibu dengan Bayi Mikrosefali Rentan Depresi

Dokter: Ibu-ibu dengan Bayi Mikrosefali Rentan Depresi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 02 Feb 2016 07:30 WIB
Dokter: Ibu-ibu dengan Bayi Mikrosefali Rentan Depresi
Foto: BBC World
Jakarta - Sejak wabah virus Zika mulai muncul di Brazil pada medio 2015, otoritas setempat telah mencatat terjadi hampir 4.000 kasus mikrosefali pada bayi. Kasus ini diduga ada kaitannya dengan virus zika.

Alhasil kondisi ini menimbulkan ketakutan luar biasa di masyarakat, tak terkecuali di kalangan tim medis sendiri. Hal inilah yang setidaknya dikemukakan Dr Camilla Ventura yang mengaku ikut menangani 130 bayi yang lahir dengan mikrosefali di Altino Ventura Hospital, Rio de Janeiro.

"Ini sangat mengerikan, karena untuk pertama kalinya kami menemukan (dugaan) keterkaitan antara virus zika dengan cacat lahir langka ini," katanya, seperti dilaporkan ABC News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal tim medis di Brazil juga belum memahami betul tentang virus ini, termasuk bagaimana menangani dan juga mendeteksinya.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Infeksi Virus Zika

Namun Ventura menjelaskan keadaan orang tua, terutama ibu, ketika diberitahu anaknya mengalami dampak dari virus zika, semisal mikrosefali seringkali luput dari perhatian.

Padahal rata-rata dari mereka, lanjutnya, mengalami depresi, tekanan batin ataupun gangguan psikis lainnya. "Terlebih banyak dari mereka yang tidak tahu kalau bayinya bermasalah. Jangankan ibu-ibu ini, dokter saja terkejut, kami sama sekali tidak mengira bakal begini," urainya.

Sebagai bagian dari tim medis, Ventura pun berupaya aktif untuk membantu mengurangi beban mereka, yaitu memulai sesi konseling berkelompok bagi ibu-ibu dengan bayi yang terlahir cacat. Barulah setelah dirasa mampu menghadapi cobaan dan memperlihatkan sikap tabah serta terbuka, tim medis berupaya mengajari mereka untuk membantu anak-anaknya agar bisa hidup normal di luar rumah sakit.

"Jadi bukan hanya rajin membawa anaknya ke rumah sakit tiap minggu (untuk terapi, red), tetapi bagaimana mereka harus belajar untuk merawat bayi-bayinya sendiri di rumah," harap Ventura.

Beruntung dari pengamatannya sejauh ini, sebagian besar bayi dengan mikrosefali yang ia tangani memberikan respons yang baik, dan makin baik dari hari ke hari.
 
Baca juga: Soal Ancaman Virus Zika, Begini Respons Kemenkes

Ventura saat ini juga terlibat dalam sebuah tim yang berupaya untuk mengetahui dampak nyata serangan virus zika terhadap aspek tumbuh kembang bayi dan anak-anak di Brazil. "Semisal bagaimana mereka bereaksi terhadap mainan tertentu dan bunyi-bunyian tertentu, untuk melihat apakah ada keterlambatan atau tidak," pungkasnya.

(lll/vit)

Berita Terkait