BAB Bayi Tak Lancar? Belum Tentu Sembelit, Tetap Berikan ASI

BAB Bayi Tak Lancar? Belum Tentu Sembelit, Tetap Berikan ASI

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 15 Feb 2016 08:02 WIB
BAB Bayi Tak Lancar? Belum Tentu Sembelit, Tetap Berikan ASI
Foto: thinkstock
Jakarta - Jika orang dewasa umumnya akan buang air besar atau BAB setiap hari, bayi kadang-kadang justru tidak BAB selama beberapa hari. Hal ini pun kerap membuat orang tua menjadi khawatir.

Namun disampaikan oleh dr Meta Hanindita, SpA, bahwa kebiasaan tersebut masih bisa dibilang wajar. Apalagi jika bayi diberi minum air susu ibu (ASI) saja.

"Perlu diketahui dulu, bahwa pola buang air besar setiap bayi berbeda, tergantung apa yang diminum dan usianya. Sebagai contoh, untuk bayi berusia di atas sebulan yang mendapat ASI eksklusif, bisa tidak BAB sampai 14 hari lho," ujar dr Meta kepada detikHealth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya, bayi yang tidak BAB selama beberapa hari bukan berarti lantas sembelit. Perlu diketahui, sembelit atau konstipasi adalah gangguan BAB yang ditandai keluarnya tinja yang sulit, keras, tidak basah dengan ukuran lebih besar dari biasanya atau frekuensi BAB kurang dari 3 kali seminggu.

"Bayi tidak BAB (bayi usia di atas 6 minggu ya) bukan dinamakan sembelit karena walaupun frekuensi BAB-nya kurang, tapi biasanya pada bayi ASI eksklusif, pada saat BAB tinjanya biasa saja bukan yang keras, sulit keluar atau tidak basah," imbuh dr Meta.

Yang tak boleh dilupakan, ibu harus tetap memberikan asupan yang cukup untuk bayi, terutama jika bayi mengonsumsi ASI. Perbaiki juga pola makan ibu, perbanyak asupan air putih, buah dan sayuran.

Nah, bagaimana kondisi bayi yang perlu dikhawatirkan? Jika anak berusia di bawah satu tahun, sambung dr Meta, perlu jadi perhatian bila keluarnya tinja pertama lebih dari 48 jam setelah lahir. Selain itu bila diare disertai darah, muntah kehijauan atau teraba benjolan di perut.

Cermati pula bila sembelit disertai dengan perut kembung, lemah otot kaki, selalu tampak lelah, denyut nadi lambat dan gagal tumbuh. "Juga diare atau pneumonia (radang paru) berulang. Serta anus yang tidak tampak normal baik bentuk maupun posisi," ucap dr Meta.

Jika sudah terjadi demikian, dr Meta berpesan supaya anak segera diperiksa oleh dokter.

Baca jugaBayi Sering Kentut Pertanda Kembung? Ini Kata Dokter

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads