Kamis, 17 Mar 2016 10:36 WIB

Hai Orang Tua, Ini Artinya Jika Kadar Bilirubin Bayi Baru Lahir Tinggi

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Orang tua baru biasanya setelah memiliki bayi akan merasa mudah khawatir, termasuk jika usia seminggu pertama tiba-tiba anak dikategorikan memiliki bilirubin tinggi. Nah, apa yang sebenarnya terjadi saat itu?

Menurut dr Aditya Suryansyah, SpA dari RSAB Harapan Kita, kondisi ini biasanya ditandai dengan warna kulit bayi yang menguning. Sekitar 80 persen bayi yang baru lahir mengalami kuning pada kulit yang disebut ikterik.

Bilirubin yang tinggi terdiri dari bilirubin direk dan indirek. Bilirubin indirek artinya bilirubin yang harus berikatan dengan protein (albumin) agar dari darah bisa masuk ke dalam hari.

Sedangkan bilirubin direk adalah bilirubin yang tidak perlu bantuan ikatan dengan protein. Bilirubin ini keluar dari hati menuju saluran pencernaan, yang menyebabkan feses berwarna kuning.

"Pada bayi baru lahir, produksi bilirubin cenderung meningkat akibat ikatan antara bilirubin indirek dengan protein relatif kurang. Hal ini karena protein bayi baru lahir relatif kurang," ujar dr Aditya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Proses ini, ia melanjutkan, menyebabkan terhambatnya bilirubin indirek masuk ke dalam hati dan terjadi penumpukan bilirubin indirek. Akibatnya, kulit tampak berwarna kuning.

"Obatnya adalah dengan banyak minum air susu ibu (ASI). Ini bisa membantu pengeluaran bilirubin lebih cepat. Tindakan dengan obat-obatan sudah dihindari, dan terapi menjemur bayi saat pagi hari dapat membantu. Tapi jika kadar bilirubin sudah tinggi, terapi terbaik adalah dengan terapi sinar," terang dr Aditya.

Lain halnya jika bilirubin direk yang tinggi, ini berarti terdapat hambatan keluarnya bilirubin direk. Hambatan ini dapat terjadi karena adanya sumbatan (batu empedu, atresia saluran empedu) atau infeksi (hepatitis). Gejala klinis yang timbul agak berbeda. Biasanya feses akan menjadi pucat karena bilirubin terhambat keluar. Akibatnya bilirubin mencari jalan keluar melalui saluran kemih, sehingga urine menjadi berwarna kuning tua.

"Jika seperti ini, terapi yang bisa dilakukan umumnya dengan melakukan operasi (untuk kasus penyumbatan) atau terapi infeksi jika ditemukan adanya infeksi. Coba ditanya ke dokter terlebih dahulu mengapa kulit bayi menjadi kuning," ujar dr Aditya.

Baca juga: Berat Bayi Beberapa Hari Setelah Lahir Turun? Wajar Kok, Ini Kata Dokter


(ajg/up)