Salah satu gejala yang mungkin muncul adalah bayi menjadi lebih rewel daripada biasanya, termasuk di waktu tidurnya. Ini karena ruam popok umumnya menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman pada bayi, sehingga ia akan mudah marah.
"Karena bayi Anda tidak dapat memberi tahu dengan kata-kata apa persisnya yang terjadi, dia mungkin mengekspresikannya dengan tangisan dan mudah marah, rewel terutama setiap kali ganti popok, dan dapat mengganggu tidurnya," tutur konsultan tumbuh kembang dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Rini Sekartini, SpA(K), kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, gejala lain yang bisa dilihat umumnya berupa kemerahan di area selangkangan dan alat kelamin bayi. Kemungkinan juga akan muncul kulit bengkak pada bagian bokong, paha atau alat kelamin.
Jika sudah semakin parah dan berkembang menjadi infeksi jamur, biasanya ruam akan terus meluas dan bahkan membuat bayi benar-benar tak nyaman sehingga ia kerap menggaruknya.
"Bila terjadi ruam dan tidak diatasi dengan baik, dapat terjadi infeksi sekunder, terutama oleh jamur. Bila tidak ditangani lebih awal, ruam yang terinfeksi dapat menyebabkan luka dan ketidaknyamanan pada anak saat defekasi atau buang air besar," imbuh dr Rini.
Ruam popok memang bisa sembuh sendiri setelah mendapatkan perawatan di rumah dalam waktu beberapa hari. Tetapi jika ruam tidak kunjung sembuh, dr Rini berpesan orang tua mungkin perlu mengambil obat resep dan berkonsultasi dengan dokter.
Baca juga: Muncul Bercak Merah di Area Selangkangan Bayi, Bisa Jadi Ruam Popok (ajg/vit)











































