Menurut dr Randall Flick, profesor pediatri dan antestesi di Klinik Mayo, Rochester, Minnesota sekaligus Ketua Komite Pediatri Anestesi di American Society of Anesthesiologists (ASA), pada bayi dan balita operasi disarankan hanya atas alasan kesehatan. Sedangkan, orang tua diminta untuk tidak khawatir atas zat anestesi yang diberikan pada anaknya.
"Dokter spesialis anestesi telah menyelesaikan latihan khusus setahun penuh untuk memastikan keselamatan dan pemeriksaan dengan baik. Sehingga, orang tua tidak perlu mengkhawatirkan anaknya," tutur Flick, dikutip dari Health Day.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini penggunaan anestesi sangat aman. Risiko tergantung pada banyaknya pemakaian yang dipengaruhi oleh masalah kesehatan, umur, dan bagaimana prosedur operasi yang berjalan. Namun untuk efek jangka panjang dari anestesi masih dilakukan penelitian," sambung dr Flick.
Sedangkan dilansir Times of India, selain digunakan untuk menghilangkan rasa sakit, anestesi yang dikenal dengan 'Special K' juga dapat mengatasi depresi. Namun dengan efek analgesik yang kuat, anestesi ini sering disalahgunakan sebagai narkoba.
"Anestesi ini dapat mengatasi gejala depresi dan kerusakan sistem saraf akibat stres kronis pada manusia dan mengaktifkan jalur yang mengatur sintesis protein untuk menciptakan hubungan di otak yang rusak akibat stres dan depresi," ungkap Ronal Duman, profesor dari Yale University, New Haven, Amerika Serikat.
Baca juga: Alami Dysanaesthesia, Satu dari 500 Orang Sadar Saat Dioperasi (rdn/vit)











































