Minggu, 31 Jul 2016 08:05 WIB

Demi Kesehatan dan Kecerdasan Anak, Yuk Berikan ASI Eksklusif

Rois Jajeli - detikHealth
Foto: thinkstock
Surabaya - Enam bulan pertama menyusui harus dilakukan ibu terhadap bayinya. Karena dalam waktu tersebut, adalah masa emas untuk pertumbuhan otak. Air susu ibu (ASI) eksklusif sejak dilahirkan sampai 6 bulan juga diatur oleh Undang-undang.

"Harapannya ASI tetap 6 bulan, karena itu masa menyusui eksklusif dan masih kritis untuk pertumbuhan otak bayi," kata dr Dian Pratamastuti, Sp.A di sela acara Philips AVENT New Parents Class dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia di Surabaya, Sabtu (30/7/2016).

Ia menerangkan, ASI awal adalah cairan emas kolostrum yang memiliki banyak kandungan dan kegunaan. ASI awal memiliki kandungan penuh antibodi yang kegunaannya untuk melindungi terhadap alergi dan infeksi.

Sel darah putih, fungsinya untuk melindungi dan infeski. Pencahar, kegunaannya untuk membersihkan mekonium, mencegah kuning pada bayi. Kandungan faktor pertumbuhan, fungsinya untuk mempercepat matang usus, mencegah alergi, intoleransi. ASI awal juga mengandung tinggi vitamin yang fungsinya untuk menurunkan infeksi.

"Nol (o) sampai 6 bulan atau bisa sampai 2 tahun itu adalah masa emas otak. Menyusui itu jangan dilewatkan. Saya nggak mau ke depan nanti ibunya datanya menyampaikan keluhan anaknya susah belajar, susah diatur, sering sakit-sakitan, minta macam-macam untuk daya tahan tubuh, untuk kecerdasaan otak," katanya.

"Itu sudah terlambat. Gerbang untuk pertumbuhan otak bayi sudah tertutup di dua tahun," jelasnya.

Selama masa kritis pertumbuhan otak dari nol hari sampai 6 bulan, ibu harus menyusui, dan memberikan nutrisi yang terbaik. Memberikan stimulan yang baik dengan indra penciuman, pengelihatan, suara ibu, sentuhan kulit ibu dan bayi.

Baca juga: Studi: Alami Depresi, Ibu Lebih Cepat Berhenti Beri ASI Ekslusif

"Jadi bayi merasa aman dan nyaman, tenang bersama ibu. Stimulasi otak-otak serabut saraf otak yang sedang tumbuh pesat itu pada 0 bulan. Kalau cepat penuh (serabut saraf otak), anaknya menjadi cerdas," terangnya.

ASI eksklusif selama 6 bulan juga bisa membuat bayi jarang sakit, karena kekebalan tubuhnya didapat dari ASI dan kulit ibu. "Kulit ibu ini kan ada keringat, ada banyak bakterinya. Bakteri ini dihisap bayinya masuk ke pencernaan dia. Akhirnya bakteri ibu yang baik ini membuat kekebalan bayi, pencernaan bayinya kuat dan jarang sakit," terangnya.

Dokter spesialis anak yang praktik di rumah sakit Siloam dan rumah sakit Nasional Surabaya ini menambahkan, keberhasilan pemberian ASI bergantung pada beberapa faktor dari internal dan eksternal yakni, pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan lingkungan.

"Ibu harus mengetahui cara memahami dan mencari solusi mengatasi masalah ASI," tuturnya.

"Menyusui adalah proses yang sulit, karena itu juga perlu dukungan dari keluarga, dari suami, dari orang tua atau mertua. Lebih baik awalnya susah belakangnya bagus dari pada awalnya gampang tapi belakangnya bikin heboh. Makanya faktor dukungan keluarga sangat penting," terangnya.

Faktor lingkungan terutama bagi ibu menyusui yang bekerja, harus juga ikut mendukung. "Di pekerjaan harus mendukung ASI, harus mendukung ibu menyusui dengan menyediakan tempat khusus untuk menyusui, memberikan kesempatan kepada Ibu untuk memerah ASI selama bekerja," tandasnya.

Pengaturan tentang ASI diatur juga di Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal 128 ayat 1 dijelaskan, setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan, kecuali atas indikasi medis.

Ayat 2, pemberian ASI, pihak keluarga, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas umum. Ayat 3, penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat 2, diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.

Baca juga: Setelah Diberi MPASI Bayi Jadi Diare, Berbahaya atau Tidak? (roi/vit)