Kamis, 01 Sep 2016 09:32 WIB

Jika Ada Riwayat Alergi di Keluarga, Perhatikan Hal Ini Saat Beri Anak MPASI

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Jika ada riwayat alergi di keluarga, misalnya pada bayi, orang tua, atau saudara kandung, ketika anak mulai memasuki tahap konsumsi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ayah dan ibu. Apa saja?

Dikatakan dr Soedjatmiko SpA(K), MSi, sebaiknya tunda pemberian makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi. Misalnya putih telur, ikan laut, dan kacang tanah ada baiknya dikonsumsi setelah bayi berusia 9 bulan. Sementara, susu sapi dianjurkan untuk diberi ke bayi sesudah berusia 1 tahun.

"Pada bayi yang sudah terbukti alergi, sebaiknya tunda pemberian telur setelah usia 2 tahun kemudian kacang tanah, ikan laut, dan kerang-kerangan setelah usia 3 tahun," kata pria yang akrab disapa dr Miko ini seperti dikutip dalam bukunya yang berjudul 'Cara Praktis Membentuk Anak Sehat, Tumbuh Kembang Optimal, Kreatif dan Cerdas Multipel'.

Makanan yang diberi ke bayi. lanjut dr Miko, sebaiknya dimulai dengan tepung beras atau tepung kacang hijau yang bisa dicampur dengan ASI atau air. Jika menggunakan susu formula, perhatikan apakah si kecil alergi terhadap susu sapi. Jika anak alergi, gunakan susu formula khusus bagi anak yang alergi susu sapi.

Baca juga: 8 Makanan yang Paling Sering Jadi Sumber Alergi

Nah, ketika bayi sudah boleh mengonsumsi protein, dr Miko menyarankan pilih sumber protein yang paling jarang menimbulkan reaksi alergi, yaitu sumber protein yang berasal dari unggas atau sapi dan protein nabati dari kacang-kacangan, misalnya kacang merah.

Ketika bayi mengalami alergi atau intoleran terhadap makanan, apa gejala yang bisa timbul? "Mencret, kembung, lalu kotoran bayi lebih cair dan buang airnya lebih sering dari biasanya, tapi tidak disertai lendir atau darah. Kemudian bayi rewel karena merasa tidak nyaman di perut akibat kembung atau mulas. Lalu timbul gatal, biduran, atau eksim pada kulit," tutur dr Miko.

Jika si kecil alergi terhadap makanan, segera hentikan pemberian makanan tersebut. Untuk meyakinkan makanan itu yang menimbulkan gejala, menurut dr Miko orang tua bisa mencoba memberi lagi makanan tersebut selang beberapa hari. Bila timbul gejala yang sama, kemungkinan besar makanan itulah yang menyebabkan si kecil alergi.

"Ketika anak diare, tetap berikan ASI maupun makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Lalu beri oralit khusus untuk bayi sesuai dengan jumlah cairan yang keluar melalui kotoran atau muntah. Sebagai patokan, setiap kali bayi diare beri oralit 100 ml. Jika diare tetap berlanjut, bawa berobat secepatnya," kata dr Miko.

Baca juga: Kasus Alergi Makanan Paling Tinggi di Dunia Ada di Kota Ini (rdn/vit)