Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Berenang

Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Berenang

Nurvita Indarini - detikHealth
Minggu, 08 Jan 2017 11:05 WIB
Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Berenang
Foto: Getty Images
Jakarta - Anak-anak umumnya suka bermain air. Dengan pertimbangan itulah orang tua kemudian mengajak bayinya berenang. Nah, soal berenang untuk bayi, ada hal-hal yang perlu diketahui.

Dirangkum detikHealth, berikut ini pemaparan terkait hal-hal yang perlu diketahui orang tua saat akan mengajak bayinya berenang:

1. Mengajak Bayi Berenang, Bolehkah?

Foto: Thinkstock
Beberapa orang tua mungkin bertanya-tanya pada usia berapa si kecil bisa diajak berenang. Kata dr Meta Hanindita, SpA dari RS Dr Soetomo Surabaya, selama bayi sudah dapat menegakkan kepala, maka boleh saja dikenalkan pada aktivitas berenang.

"Yang pasti, make sure suhu air cukup hangat untuk bayi, pilih waktu yang terbaik (bukan waktu tidur atau waktu makan bayi)," kata dr Meta kepada detikHealth.

Namun demikian, untuk melatih berenang secara mandiri, American Academic of Pediatric merekomendasikan dilakukan saat anak berumur 4 tahun ke atas.

Baca juga: Hebat! Bayi 16 Bulan Ini Sudah Jago Berenang

2. Manfaat Berenang Bagi si Kecil

Foto: Thinkstock
dr Aditya Suryansyah, SpA, dari RSAB Harapan Kita penah menyampaikan renang merupakan olahraga yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. dr Meta menambahkan berenang juga dapat menstimulasi motorik anak, melatih keberanian, dan juga baik untuk kesehatan. Sebab, berenang dapat membantu menguatkan otot jantung dan memperbaiki sistem kardiovaskular anak.

Karena menyenangkan, berenang juga bisa dijadikan rekreasi bagi si kecil. Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan Norwegian University of Science and Technology menemukan bayi yang diajarkan berenang sejak masih berusia beberapa bulan, memiliki keseimbangan fisik dan kemampuan menggenggam yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak diajari berenang.

Penelitian lain yang dilakukan Griffith University menemukan anak yang bisa berenang cenderung lebih percaya diri dengan perkembangan fisik yang lebih besar daripada rekan-rekan seusianya yang tidak bisa berenang. Anak-anak yang belajar atau mengikuti kelas berenang terlihat lebih unggul secara perkembangan, baik secara fisik, sosial, kognitif dan bahasa.

3. Frekuensi dan Durasi Berenang

Foto: Dikhy Sasra
Terkait frekuensi mengajak anak berenang, dr Meta menyarankan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi anak masing-masing. Menurutnya, dua sampai tiga kali dalam seminggu masih wajar.

Untuk durasi berenang, hendaknya disesuaikan dengan masing-masing anak. "Untuk anak yang baru saja mengenal berenang, 20-30 menit sudah cukup kok, bisa ditambahkan pelan-pelan setelahnya," jelas dr Meta.

dr Aditya berpendapat senada. Kata dr Aditya, jika terlalu lama durasi berenang, dikhawatirkan anak menjadi kedinginan sehingga dapat mempermudah timbulnya sakit pada anak.

4. Aturan di Kolam Renang

Foto: Getty Images
Beberapa kolam renang memiliki aturan khusus di mana bayi harus mengenakan popok khusus berenang. Tujuannya adalah agar feses dan air kencing bayi tidak mencemari kolam renang. Karena itu pastikan dulu aturan kolam renang yang akan Anda kunjungi.

Alanna Levine, MD dari Orangetown Pediatric Associates di Tappan, New York, juga menyarankan untuk menghindari kolam renang dengan klorin yang banyak. Selain itu, pastikan juga si kecil tetap dalam pengawasan Anda untuk mencegah timbulnya bahaya saat berenang.

Baca juga: Air Kolam Kebanyakan Klorin, Kulit 5 Bocah Ini Terbakar Usai Berenang

Halaman 2 dari 5
Beberapa orang tua mungkin bertanya-tanya pada usia berapa si kecil bisa diajak berenang. Kata dr Meta Hanindita, SpA dari RS Dr Soetomo Surabaya, selama bayi sudah dapat menegakkan kepala, maka boleh saja dikenalkan pada aktivitas berenang.

"Yang pasti, make sure suhu air cukup hangat untuk bayi, pilih waktu yang terbaik (bukan waktu tidur atau waktu makan bayi)," kata dr Meta kepada detikHealth.

Namun demikian, untuk melatih berenang secara mandiri, American Academic of Pediatric merekomendasikan dilakukan saat anak berumur 4 tahun ke atas.

Baca juga: Hebat! Bayi 16 Bulan Ini Sudah Jago Berenang

dr Aditya Suryansyah, SpA, dari RSAB Harapan Kita penah menyampaikan renang merupakan olahraga yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. dr Meta menambahkan berenang juga dapat menstimulasi motorik anak, melatih keberanian, dan juga baik untuk kesehatan. Sebab, berenang dapat membantu menguatkan otot jantung dan memperbaiki sistem kardiovaskular anak.

Karena menyenangkan, berenang juga bisa dijadikan rekreasi bagi si kecil. Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan Norwegian University of Science and Technology menemukan bayi yang diajarkan berenang sejak masih berusia beberapa bulan, memiliki keseimbangan fisik dan kemampuan menggenggam yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak diajari berenang.

Penelitian lain yang dilakukan Griffith University menemukan anak yang bisa berenang cenderung lebih percaya diri dengan perkembangan fisik yang lebih besar daripada rekan-rekan seusianya yang tidak bisa berenang. Anak-anak yang belajar atau mengikuti kelas berenang terlihat lebih unggul secara perkembangan, baik secara fisik, sosial, kognitif dan bahasa.

Terkait frekuensi mengajak anak berenang, dr Meta menyarankan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi anak masing-masing. Menurutnya, dua sampai tiga kali dalam seminggu masih wajar.

Untuk durasi berenang, hendaknya disesuaikan dengan masing-masing anak. "Untuk anak yang baru saja mengenal berenang, 20-30 menit sudah cukup kok, bisa ditambahkan pelan-pelan setelahnya," jelas dr Meta.

dr Aditya berpendapat senada. Kata dr Aditya, jika terlalu lama durasi berenang, dikhawatirkan anak menjadi kedinginan sehingga dapat mempermudah timbulnya sakit pada anak.

Beberapa kolam renang memiliki aturan khusus di mana bayi harus mengenakan popok khusus berenang. Tujuannya adalah agar feses dan air kencing bayi tidak mencemari kolam renang. Karena itu pastikan dulu aturan kolam renang yang akan Anda kunjungi.

Alanna Levine, MD dari Orangetown Pediatric Associates di Tappan, New York, juga menyarankan untuk menghindari kolam renang dengan klorin yang banyak. Selain itu, pastikan juga si kecil tetap dalam pengawasan Anda untuk mencegah timbulnya bahaya saat berenang.

Baca juga: Air Kolam Kebanyakan Klorin, Kulit 5 Bocah Ini Terbakar Usai Berenang

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads