Didiamkan Saat Menangis Bikin Paru-paru Bayi Makin Sehat?

ADVERTISEMENT

Mitos atau Fakta?

Didiamkan Saat Menangis Bikin Paru-paru Bayi Makin Sehat?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 20 Jan 2017 07:09 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat bayi menangis, biasanya ayah maupun ibu akan buru-buru datang menenangkan dan menggendongnya. Namun ada pula yang tidak demikian. Mereka memilih untuk mendiamkan sejenak bayinya yang sedang menangis.

Ya, sebagian orang tua meyakini bahwa bayi yang menangis sebaiknya dibiarkan dulu sejenak karena hal tersebut membantu melatih paru-parunya. Efeknya, paru-paru si bayi akan semakin terlatih dan makin sehat. Mitos atau fakta ya?

"Mitos. Bayi yang dibiarkan menangis dalam jangka waktu lama justru berisiko mengalami gangguan perkembangan otak," tegas dr Meta Hanindita, SpA, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya kepada detikHealth baru-baru ini.

Baca juga: Anak yang Sakit Campak Diberi Air Kelapa Hijau Agar Cepat Sembuh

Gangguan perkembangan otak ini pada akhirnya juga malah dapat mengurangi kapasitas bayi untuk belajar lebih banyak. Padahal, kesehatan otak sangat penting dijaga mulai dari usia bayi karena inilah waktunya anak menyerap berbagai informasi dari dunia baru di sekelilingnya.

Menurut dr Meta, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi ketika ia sedang merasa tak nyaman. Semakin keras bayi menangis, maka itu pertanda bahwa ia sedang stres. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini tak cuma berdampak pada psikis bayi tapi juga keseimbangan hormonnya.

"Iya, stres yang akut bisa menyebabkan reaksi hormonal berantai, yang pada akhirnya dapat merangsang kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon stres," pungkas dr Meta.

Baca juga: Minum Air Dingin Bahaya Bagi Usus dan Bikin Kanker, Benarkah?


(ajg/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT